- Saudi Aramco menghentikan sementara operasi kilang minyak Ras Tanura pada Senin (2/3/2026) akibat serangan pesawat nirawak.
- Gangguan operasional ini menyebabkan harga minyak mentah Brent naik mencapai $80 per barel, level tertinggi empat tahun.
- Situasi diperburuk oleh eskalasi konflik yang menyebabkan pelayaran di Selat Hormuz dihentikan sementara oleh pemilik kapal tanker.
Suara.com - Raksasa minyak asal Arab Saudi, Saudi Aramco, dilaporkan telah menutup fasilitas kilang minyak Ras Tanura miliknya pada Senin (2/3/2026).
Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan darurat setelah kilang strategis tersebut menjadi sasaran serangan pesawat nirawak (drone).
Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa meskipun operasional dihentikan sementara, situasi di lapangan saat ini telah berhasil dikendalikan.
Namun, kabar mengenai gangguan pada salah satu pusat pengolahan minyak terbesar di dunia ini langsung memicu kepanikan di bursa komoditas.
Harga minyak mentah jenis Brent melonjak tajam hingga menyentuh level $80 per barel segera setelah informasi ini beredar.
Dikutip via Bloomber, harga minyak hari ini merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini diperparah oleh eskalasi perang di Iran yang secara virtual telah melumpuhkan aktivitas perdagangan di Selat Hormuz.
Jalur perairan ini sangat vital bagi ekonomi dunia karena menjadi rute transit bagi hampir seperlima pasokan minyak mentah global setiap harinya.
Meskipun secara resmi Teheran belum menyatakan penutupan total jalur tersebut, para pemilik kapal tanker secara mandiri memutuskan untuk menghentikan sementara pelayaran (self-imposed pause) demi menghindari risiko serangan di tengah konflik yang kian membara.
Konflik yang melibatkan Iran kini telah memasuki fase baru yang sangat membahayakan stabilitas pasar minyak global. Rangkaian peristiwa besar yang memicu ketegangan ini meliputi:
Baca Juga: Orang Dalam FIFA Blak-blakan Nasib Iran di Piala Dunia 2026
Serangan Udara Gabungan: Amerika Serikat dan Israel meluncurkan rudal ke berbagai target strategis di wilayah Iran pada Sabtu lalu, dibarengi dengan seruan agar rakyat setempat menggulingkan rezim Islam.
Serangan Balasan Teheran: Iran merespons dengan gelombang serangan yang menyasar Israel, pangkalan militer AS, serta sejumlah target di negara-negara tetangga seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain.
Kematian Pemimpin Tertinggi: Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam rangkaian serangan tersebut semakin memperkeruh suasana dan memicu konsolidasi militer di kawasan Teluk.
Penutupan kilang Ras Tanura menambah panjang daftar gangguan pasokan energi di tengah perang. Hingga saat ini, pihak media Saudi Aramco belum memberikan komentar resmi terkait durasi penutupan fasilitas tersebut.