- Ketegangan militer AS-Iran berpotensi membatalkan turnamen dan mengancam absennya timnas Iran.
- Isu keamanan meningkat karena ancaman kekerasan di kota tuan rumah Meksiko dan peran ICE AS.
- Stadion final di New Jersey dikritik karena desainnya yang kurang ramah penonton dan biaya parkir tinggi.
Suara.com - Piala Dunia 2026 seharusnya jadi ajang sepak bola terbesar di Amerika Utara. Kick off Piala Dunia 2026 tinggal hitungan hari namun sejumlah masalah besar jadi sorotan.
Berbagai isu keamanan, logistik, dan kebijakan membuat turnamen ini penuh kontroversi. Berikut 8 masalah paling panas jelang kick off Piala Dunia 2026.
Perang AS-Israel vs Iran
Beberapa laporan bahkan menyebut potensi pembatalan turnamen akibat meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Keamanan pemain dan suporter dipertanyakan, membuat federasi nasional was-was menghadapi skenario terburuk.
Terbaru, timnas Iran dirumorkan akan absen di Piala Dunia 2026. Jika hal itu terjadi, FIFA harus membuat skenario terburuk di babak fase grup.
![Ilustrasi Timnas Iran Absen di Piala Dunia 2026 [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/02/40602-ilustrasi-timnas-iran-absen-di-piala-dunia-2026.jpg)
Ancaman Kekerasan di Meksiko
Kematian gembong kartel narkoba El Mencho memicu kekhawatiran keamanan di kota-kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Meksiko.
FIFA sendiri menjamin langkah-langkah pengamanan ekstra, tapi sejumlah negara peserta esah soal risiko kekerasan jalanan.
Di beberapa kota, lebih dari 70 orang tewas akibat bentrokan antar-kelompok kriminal Meksiko.
FIFA mendapat kritik karena dianggap minim respons atas insiden ini, sehingga reputasi keamanan turnamen dipertanyakan.
Stadion Final Piala Dunia 2026 Tak Ramah
Beberapa ahli dan jurnalis menilai stadion final tampak tak ramah penonton, dengan desain yang dianggap mengintimidasi dan tidak nyaman. Kritik ini menambah ketegangan jelang kick-off.
Final Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026.
Kritik utama diarahkan pada akses stadion yang sangat bergantung pada kendaraan pribadi, berbeda dengan desain stadion Eropa.
![Donald Trump [The White House]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/21/39416-donald-trump.jpg)
Kebijakan Donald Trump Memicu Protes
Kebijakan tarif AS membuat biaya hidup dan akomodasi naik drastis bagi tim dan suporter asing.
Seruan boikot turnamen mulai menguat dari beberapa negara peserta yang merasa dirugikan secara ekonomi. Salah satu seruan boikot datang dari sejumlah politisi di Jerman.
Kontroversi Peran ICE
ICE (Immigration and Customs Enforcement) AS diberi peran pengawasan utama terhadap suporter internasional oleh Presiden Trump.
Langkah ini memicu kekhawatiran soal penahanan atau diskriminasi terhadap fans, terutama dari negara-negara yang dianggap berisiko.
Harga Tiket Terlalu Mahal
Harga tiket dianggap terlalu tinggi, terutama untuk suporter Inggris. Ribuan kursi tetap tidak terjual, memicu boikot dari fans dan risiko stadion kurang ramai saat pertandingan penting.
Biaya Parkir Gila
Biaya parkir di area stadion berkisar antara Rp1,2 juta hingga Rp5 juta per kendaraan, membuat banyak penonton kesulitan mengakses stadion dan menambah keluhan soal turnamen yang mahal.
Kerugian Potensial Federasi
Terbaru, hadiah uang FIFA $727 juta untuk 48 tim diperkirakan tak sebanding dengan biaya perjalanan dan operasional, terutama bagi negara Eropa seperti Prancis. Beberapa federasi menimbang untuk meminta alokasi lebih tinggi.
Kontributor: Adam Ali
