-
Kevin Diks resmi menjadi pemain Asia pencetak gol terbanyak di Bundesliga pekan ini.
-
Bek Timnas Indonesia tersebut sukses melampaui produktivitas gol striker Jepang, Ritsu Doan.
-
Seluruh gol Kevin Diks untuk Borussia Monchengladbach dicetak melalui eksekusi tendangan penalti.
Suara.com - Fenomena luar biasa sedang ditunjukkan oleh pilar pertahanan Timnas Indonesia, Kevin Diks, di kasta tertinggi sepak bola Jerman.
Pemain yang baru saja merapat ke Bundesliga ini berhasil menorehkan pencapaian yang sangat langka bagi seorang pemain belakang.
Berdasarkan data statistik terbaru, Kevin Diks kini memegang predikat sebagai pemain asal Asia dengan torehan gol paling produktif.
Prestasinya tersebut secara resmi melampaui catatan gol yang dimiliki oleh penyerang tajam andalan Timnas Jepang, Ritsu Doan.
Hingga saat ini, Kevin Diks sudah sukses menyarangkan total empat bola ke gawang lawan-lawannya di liga.
Kehadiran Diks di Borussia Monchengladbach bermula saat jendela transfer musim panas periode 2025-2026 resmi dibuka oleh klub.
Pemain yang menginjak usia 28 tahun tersebut didatangkan dari klub Denmark, FC Copenhagen, tanpa biaya transfer sepeser pun.
Meski datang dengan status bebas transfer, pemain berdarah Maluku ini langsung dipercaya menjadi starter reguler di lini pertahanan.
Eksistensi Diks terbukti dengan catatan 21 penampilan di Bundesliga serta tiga pertandingan di ajang bergengsi DFB Pokal.
Kepercayaan pelatih dibayar tuntas dengan performa stabil yang memberikan rasa aman bagi barisan belakang tim Die Fohlen.
Walaupun sempat mengalami masa sulit pada awal kompetisi, kehadiran Diks membawa dampak positif bagi stabilitas tim secara keseluruhan.
Kontribusi signifikannya berhasil menjauhkan Borussia Monchengladbach dari ancaman zona merah yang sempat membayangi klub tersebut pada musim ini.
Kini tim yang bermarkas di Stadion im Borussia-Park tersebut nangkring di posisi ke-12 klasemen sementara dengan koleksi 25 poin.
Aspek produktivitas gol Diks tergolong unik karena meskipun ia adalah seorang bek, insting mencetak golnya tetap sangat tajam.
Seluruh gol yang ia kumpulkan hingga pekan ke-24 musim ini lahir melalui eksekusi tenang dari titik putih penalti.
Momen bersejarah bagi pemain Indonesia ini terjadi ketika Monchengladbach bersua FC Union Berlin pada laga hari Sabtu lalu.
Dalam pertandingan yang sangat ketat tersebut, Diks menjadi pahlawan kemenangan tunggal lewat gol yang menentukan hasil akhir laga.
Berkat gol semata wayang itu, ia membawa timnya meraih kemenangan krusial dengan skor tipis 1-0 di hadapan pendukung sendiri.
Lebih istimewa lagi, gol tersebut tercatat sebagai pemecah rekor prestisius bagi pesepak bola asal benua kuning di Jerman.
Data yang dihimpun oleh akun Instagram Goalpost Asia mengonfirmasi posisi Diks sebagai pemain Asia paling tajam saat ini.
Keberhasilan ini sangat mencolok karena Diks mampu mengungguli Ritsu Doan yang merupakan penyerang utama dari klub Frankfurt.
Ritsu Doan sendiri sebenarnya juga sudah mengoleksi empat gol namun ia membutuhkan 24 laga untuk mencapai jumlah angka tersebut.
Sementara itu, Diks menunjukkan efisiensi yang lebih baik meskipun posisi utamanya adalah menjaga area pertahanan dari serangan lawan.
Selain mengalahkan catatan Doan, Diks juga masih berada di atas performa penyerang SC Freiburg asal Jepang, Yuito Suzuki.
Suzuki tercatat baru bisa menyumbangkan tiga gol dari total 19 pertandingan yang telah ia jalani di kompetisi Bundesliga.
Keunggulan Diks atas para pemain depan papan atas Asia ini membuktikan kualitas mentalitas dan kemampuannya di liga top Eropa.
Hingga saat ini, Diks terus menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta sepak bola Asia karena rekor yang tak terduga ini.
Publik Indonesia patut berbangga melihat perwakilan Merah Putih mampu bersaing dan unggul di level tertinggi sepak bola dunia.