-
Persija Jakarta kehilangan empat pemain penting menjelang laga melawan Dewa United FC.
-
Mauricio Souza merasa sangat merugi karena hasil imbang dan banyaknya pemain cedera.
-
Mauro Zijlstra, Alaaeddine Ajaraie, Paulo Ricardo cedera sementara Allano Lima terkena sanksi.
Suara.com - Awan mendung sedang menyelimuti markas Persija Jakarta menjelang laga lanjutan pekan ke-25 Super League 2025/2026.
Kesedihan menyelimuti tim asal ibu kota ini setelah meraih hasil imbang yang menyesakkan saat menjamu Borneo FC.
Skor akhir 2-2 di Jakarta International Stadium (JIS) tersebut terasa seperti sebuah kekalahan bagi publik tuan rumah.
Laga yang berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026 tersebut menyisakan duka mendalam bagi sang juru taktik.
Mauricio Souza selaku pelatih kepala tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil dramatis di menit akhir.
Strategi yang sudah dibangun hampir membuahkan tiga poin sebelum buyar karena gol lawan di penghujung laga.
Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut merasa timnya telah membuang peluang emas untuk naik ke puncak klasemen.
"Pertandingan membawa kami rugi karena sampai menit 90 kami masih menang pertandingan. Itu sangat merugikan bagi kami," kata Mauricio Souza usai laga melawan Borneo FC di JIS.
Kerugian yang dialami Persija Jakarta nyatanya tidak hanya berhenti pada hilangnya dua poin penting di kandang.
Baca Juga: Persija Buka Suara Dituding Berbuat Macam-macam, Panpel Bantah Diskriminasi ke Borneo FC
Persija kini harus menghadapi badai masalah baru yang mengancam konsistensi mereka di jalur perburuan gelar juara.
Lini serang Macan Kemayoran terancam tumpul menyusul kondisi penyerang andalan mereka yang sedang dalam perawatan.
Mauro Zijlstra yang merupakan striker Timnas Indonesia kini masuk dalam daftar pantauan intensif tim medis klub.
Pemain naturalisasi tersebut dilaporkan mendapatkan cedera pada bagian paha saat berjuang di lapangan hijau kemarin.
Kehadiran Mauro di laga-laga mendatang menjadi tanda tanya besar yang membuat tim kepelatihan harus memutar otak.
"Yang tadi Mauro Zijlstra cedera. Kami belum tahu dia bisa tampil atau tidak ke depan,” jelas pelatih asal Brasil itu.
Masalah komposisi pemain asing juga merembet pada pemain kreatif mereka asal Maroko yaitu Alaaeddine Ajaraie.
Ajaraie tampak tidak dalam kondisi bugar sepenuhnya setelah melewati duel fisik yang sangat melelahkan melawan Pesut Etam.
Pihak klub masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara mendalam untuk mengetahui tingkat keparahan masalah fisiknya tersebut.
"Alaaeddine Ajaraie juga kami harus lihat itu cedera dia apa,” kata Mauricio Souza.
Sektor pertahanan juga tak luput dari badai cedera yang menghambat rotasi pemain di lini belakang Persija.
Nama Paulo Ricardo yang menjadi tembok kokoh di barisan belakang juga belum menunjukkan tanda-tanda pulih total.
Bek tengah asing ini sudah absen cukup lama dan masa penyembuhannya ternyata memakan waktu lebih dari perkiraan.
Kehilangan sosok pemimpin di lini pertahanan tentu menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh lawan di laga berikutnya.
"Paulo Ricardo, pemain stoper ami, belum tahu dia bisa main atau tidak di pertandingan berikutnya," ucap Mauricio Souza.
Kondisi fisik pemain yang menurun menjadi tantangan berat bagi Macan Kemayoran di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Penderitaan Persija Jakarta semakin lengkap dengan kepastian absennya gelandang lincah mereka yakni Allano Lima.
Pemain yang kerap menjadi penggerak alur serangan ini dilarang tampil akibat sanksi akumulasi kartu kuning yang diterimanya.
Absennya Allano diprediksi akan membuat kreativitas permainan dari lini tengah Persija sedikit berkurang saat menyerang nantinya.
Meski merasa kehilangan, Mauricio Souza berusaha tetap objektif dalam menilai keputusan pengadil lapangan pada pertandingan tersebut.
"Dan Allano Lima yang dapat akumulasi kartu kuning. Saya sekarang merasa wasit itu fair untuk kasih kartu dia di momen ini,” pungkasnya.
Skuad Macan Kemayoran kini hanya memiliki waktu singkat untuk memulihkan kondisi sebelum bertandang pada 15 Maret mendatang.
Pertemuan kontra Dewa United FC akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman bangku cadangan tim kebanggaan Jakmania ini.
Strategi darurat harus segera disiapkan jika keempat pemain pilar tersebut benar-benar tidak bisa diturunkan di lapangan.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Persija jika masih ingin menjaga asa menjadi kampiun Liga Indonesia musim ini.
Manajemen dan tim medis kini berpacu dengan waktu untuk memastikan para pemain bisa segera kembali merumput.