Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh

Galih Prasetyo

Kamis, 05 Maret 2026 | 19:00 WIB
Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh
Timnas Putri Iran di Piala Asia 2026 yang berlangsung di Teheran [Tangkap layar Youtube]
baca 10 detik
  • Timnas putri Iran menyanyikan lagu kebangsaan saat melawan Australia di Gold Coast, berbeda dari laga sebelumnya melawan Korea Selatan.
  • Muncul tuduhan bahwa perubahan sikap pemain ini disebabkan oleh instruksi atau tekanan dari pihak pemerintah Iran.
  • Di luar pertandingan, demonstran Iran-Australia memprotes pemerintah Iran dan menyatakan pemain berada di bawah tekanan politik.

Suara.com - Tim nasional putri Iran kembali menyanyikan dan memberi hormat pada lagu kebangsaan sebelum laga Piala Asia Putri 2026 melawan tuan rumah Australia di Gold Coast, Kamis (5/3/2026) waktu setempat.

Sikap ini jauh berbeda dengan pertandingan sebelumnya ketika para pemain Timnas Putri Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan.

Pada laga sebelumnya melawan Korea Selatan yang berakhir dengan kekalahan 0-3, para pemain Iran tidak menyanyikan atau memberi hormat pada lagu kebangsaan negara mereka.

Sebelum kick off para pemain Iran berdiri berjajar di tengah hujan deras untuk memberikan penghormatan kepada bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Iran.

Namun muncul rumor bahwa sikap yang ditunjukkan pemain timnas Putri Iran ini karena adanya paksaan atau suruhan pihak pemerintah.

Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Shabnam Bikin Dunia Tersentuh [Tangkap layar Youtube]
Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Shabnam Bikin Dunia Tersentuh [Tangkap layar Youtube]

“Seperti tim putra Iran di Piala Dunia 2022, tim putri Iran kini menyanyikan lagu kebangsaan ‘di bawah instruksi’ pada pertandingan kedua, setelah menolak menyanyikannya pada laga pertama,” tuding presenter ABC, Tracey Holmes di akun X miliknya seperti dilansir dari Dailymail.

Di luar stadion, sekitar 50 warga Iran-Australia menggelar aksi protes terhadap pemerintah Iran.

Mereka meneriakkan slogan politik serta mengekspresikan dukungan terhadap tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Seorang demonstran, Azin Naghibi, menilai para pemain berada di bawah tekanan politik.

baca juga

“Saya pikir para pemain adalah sandera rezim Islam yang mencoba menormalkan kejahatan mereka terhadap rakyat Iran,” kata Naghibi kepada AAP.

Ia menambahkan bahwa para pemain kemungkinan tidak memiliki kebebasan untuk menyuarakan sikap pribadi mereka.

“Beri mereka satu detik kesempatan, mereka pasti akan melepas hijab wajib terlebih dahulu. Jika mereka punya kebebasan berbicara dan tidak dikendalikan, saya yakin sebagian besar akan berpihak pada rakyat Iran,” ujarnya.

Sumber yang dekat dengan jaringan televisi SBS juga menyebut skuad Iran berada di bawah pengawasan ketat selama turnamen berlangsung. Menurut mereka, para pemain disebut dipantau sepanjang waktu.

Terlepas dari itu, pada pertandingan melawan Australia, gestur yang ditunjukkan striker Iran Shabnam Behesht mendapat sorotan dari banyak pihak.

Shabnam Behesht, terlihat menutupi kepala anak perempuan yang berdiri di depannya dengan kedua tangannya agar terlindung dari hujan deras.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip

Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 18:06 WIB

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:30 WIB

Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi

Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi

Entertainment | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:02 WIB

Timnas Iran Habis Jatuh Tertimpa Tangga, Opsi Mundur di Piala Dunia 2026 Bikin Rugi Berlapis

Timnas Iran Habis Jatuh Tertimpa Tangga, Opsi Mundur di Piala Dunia 2026 Bikin Rugi Berlapis

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 14:58 WIB

Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?

Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 14:57 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×