- David da Silva mencatatkan 13 gol bersama Malut United musim ini, jumlah yang jauh melampaui statistik gabungan striker Timnas Indonesia seperti Ole Romeny dan Ramadhan Sananta.
- Saat ini David da Silva sedang menjalani proses naturalisasi jalur domisili dan digadang-gadang menjadi solusi krisis lini depan Timnas Indonesia.
- Pelatih John Herdman berpotensi memanggil eks striker Persib ini untuk Piala AFF 2026 jika proses administrasinya rampung, mengingat ketajaman lini serang Garuda yang masih tumpul.
Suara.com - Krisis ketajaman yang melanda lini depan Timnas Indonesia mendapatkan tamparan keras dari performa seorang pemain yang bahkan belum resmi berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) yakni David da Silva.
David da Silva, penyerang berdarah Brasil yang kini berseragam Malut United, sukses mencatatkan statistik gol yang melampaui gabungan produktivitas seluruh striker Skuad Garuda saat ini.
Fenomena ini menjadi sorotan tajam mengingat proses naturalisasi sang pemain melalui jalur domisili atau masa tinggal lima tahun belum sepenuhnya rampung.
Eks bomber Persija dan Persib ini kembali mengamuk di kompetisi Super League dengan memborong dua gol kemenangan Malut United atas Madura United pada Selasa (4/3/2026).
Tambahan brace di Stadion Gelora Ratu Pamelingan tersebut mengukuhkan koleksi golnya menjadi 13 buah hingga pekan ke-24 kompetisi berjalan.
Angka 13 gol milik David da Silva ini terasa sangat mencolok jika disandingkan dengan rapor merah para juru gedor pilihan Timnas Indonesia.
Andalan utama John Herdman, Ole Romeny, hingga kini masih mandul dan belum mencetak satu gol pun bersama Oxford United di musim ini.
Setali tiga uang, Mauro Zijlstra yang baru hijrah ke Persija Jakarta juga masih nihil gol dalam catatan statistik pribadinya.
Sementara itu, striker lokal seperti Ramadhan Sananta (DPMM FC) dan Hokky Caraka (Persita Tangerang) baru mampu mengemas masing-masing empat gol.
Baca Juga: Dua Pemain dari Eropa Berpotensi Gabung ke Timnas Indonesia?
Fakta di lapangan ini menunjukkan bahwa David da Silva seorang diri lebih produktif dibandingkan kombinasi seluruh opsi penyerang yang dimiliki oleh John Herdman saat ini.
Situasi ini tentu menjadi bahan pertimbangan serius bagi pelatih anyar Timnas Indonesia menjelang debutnya di ajang FIFA Series 2026.
Skuad Garuda dijadwalkan akan meladeni Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kebutuhan akan sosok target man yang klinis di depan gawang menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus segera diselesaikan oleh staf kepelatihan.
Jika proses administrasi naturalisasi David da Silva bisa dikebut, ia berpotensi menjadi solusi instan untuk memecahkan kebuntuan lini serang Indonesia.
Apabila panggung FIFA Series terlalu mepet, nama David da Silva diproyeksikan bisa menjadi senjata utama Indonesia pada gelaran Piala AFF 2026 pertengahan tahun nanti.