- AFC Ajax menelan kekalahan menyakitkan dari FC Groningen setelah penampilan buruk di babak kedua.
- Pelatih Fred Grim menyoroti kesulitan timnya memenangkan duel udara saat menghadapi bola-bola panjang lawan.
- Kekalahan ini melanjutkan tren buruk Ajax, membuat target lolos Liga Champions semakin sulit diraih.
Suara.com - Pelatih Fred Grim angkat bicara setelah AFC Ajax kembali menelan kekalahan menyakitkan.
Gawang Ajax yang dikawal kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes dibobol tiga gol oleh FC Groningen setelah penampilan buruk di babak kedua.
Grim mengaku kecewa karena timnya sebenarnya tampil cukup baik sebelum turun minum. Namun permainan Maarten Paes dkk justru runtuh total setelah jeda pertandingan.
“Di babak pertama sebenarnya tidak ada masalah. Kami bermain cukup baik,” kata Grim dalam konferensi pers dilansir dari sportnieuws.nl. “Tapi semua itu tidak kembali terlihat di babak kedua.”
Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Ajax. Dalam tujuh pertandingan terakhir, klub raksasa Amsterdam itu hanya mampu meraih satu kemenangan.
Grim mengakui timnya masih kesulitan mengatasi bola-bola panjang lawan. Situasi di babak kedua bahkan sudah menjadi masalah berulang dalam beberapa laga terakhir.
“Sulit menemukan penyebab pastinya,” ujar Grim. “Ketika lawan memainkan bola panjang, duel-duel itu ternyata sangat sulit untuk kami menangkan.”
Masalah tersebut juga muncul saat menghadapi Excelsior Rotterdam, NEC Nijmegen, PEC Zwolle, dan kini Groningen.
“Sepertinya memenangkan duel seperti itu memang sulit bagi kami,” katanya. “Kami harus menggulung lengan baju dan bertahan dengan cara yang berbeda.”
Baca Juga: Ajax Krisis Identitas! Kritik Pedas Maarten Paes Usai Kalah Telak dari Groningen
Meski hasilnya mengecewakan, Grim tetap mencoba melihat sisi positif dari permainan timnya. Ia menilai Ajax menunjukkan kombinasi permainan yang lebih baik dibandingkan laga sebelumnya.
“Saya melihat beberapa kombinasi khas Ajax di babak pertama,” kata Grim. “Saya sangat puas dengan fase itu, meski pada akhirnya kami tidak mendapatkan apa pun dari pertandingan ini.”
Menurutnya, tim hanya membutuhkan satu momentum kemenangan untuk bangkit.
“Kami hanya butuh satu momen sukses lagi. Saya masih merasa itu bisa datang,” ujarnya.
Kekalahan ini membuat peluang Ajax untuk lolos ke Liga Champions semakin menjauh. Target finis di posisi kedua kini terlihat makin sulit dikejar.
Grim pun memilih untuk tidak lagi berbicara terlalu jauh soal target tersebut.