-
John Herdman memanggil 41 pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
-
Elkan Baggott kembali masuk skuad nasional setelah sempat absen selama dua tahun terakhir.
-
Sejumlah pemain muda dari klub lokal dan luar negeri mendapatkan kesempatan jam terbang.
Suara.com - Era baru di bawah kepemimpinan John Herdman resmi dimulai dengan pengumuman skuad yang cukup mengejutkan publik bola.
Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut merilis daftar 41 nama pemain Timnas Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026.
Salah satu sorotan utama dalam pemanggilan kali ini adalah hadirnya kembali sosok bek jangkung, Elkan Baggott.
Langkah ini menjadi keputusan besar mengingat pemain asal Ipswich Town tersebut sudah cukup lama menepi dari tugas internasional.
Kembalinya Elkan Baggott menandai berakhirnya masa absen sang pemain selama kurang lebih dua tahun dari seragam Merah Putih.
Tercatat bahwa penampilan terakhir Elkan bersama skuad Garuda terjadi pada perhelatan akbar Piala Asia 2023 silam.
Kala itu, Elkan Baggott terlibat aktif dalam pertandingan babak 16 besar saat Indonesia menghadapi tantangan berat dari Australia.
Pertandingan yang digelar pada akhir Januari 2024 tersebut menjadi momen penutup Elkan sebelum sempat menghilang dari daftar panggil.
Meski sempat ada upaya pemanggilan susulan sebelumnya, pemain berusia 23 tahun tersebut memilih untuk menetap di Inggris.
Alasan fokus demi mengamankan posisi utama di level klub menjadi dasar Elkan absen dalam beberapa agenda nasional terakhir.
Kini John Herdman membawa angin segar dengan mencoba mengintegrasikan kembali talenta Elkan ke dalam strategi pertahanannya.
Tidak hanya fokus pada pemain senior, Herdman juga menunjukkan keberaniannya dengan menarik banyak talenta muda dari berbagai kompetisi.
Eksperimen ini dilakukan dengan memadukan pemain yang berkarier di Liga domestik hingga mereka yang merumput di luar negeri.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah memberikan pengalaman bertanding internasional serta jam terbang ekstra bagi para pesepak bola muda.
Nama-nama segar muncul menghiasi daftar 41 pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi rangkaian pertandingan FIFA Series mendatang.
Sektor penjaga gawang mendapatkan perhatian khusus dengan dipanggilnya kiper muda milik PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi ke skuad.
Persija Jakarta juga turut menyumbangkan dua talenta berbakatnya, yakni Dony Tri Pamungkas serta pemain sayap Fajar Fathurahman.
Dari wilayah timur Indonesia, Victor Dethan yang merupakan pilar PSM Makassar turut mendapatkan kepercayaan dari sang pelatih Inggris.
Gelandang kreatif milik Arema FC, Arkhan Fikri, juga tidak ketinggalan masuk dalam skema besar yang tengah dibangun oleh Herdman.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa performa konsisten di liga lokal menjadi parameter utama dalam pemilihan pemain oleh tim pelatih.
Selain nama-nama di atas, terdapat talenta dari FC Emmen yakni Tim Geypens yang juga diberi ruang untuk membuktikan kualitasnya.
Geypens tercatat sudah memiliki pengalaman kompetitif yang cukup baik dengan mengoleksi 25 penampilan bersama klubnya di Belanda.
Sederet pemain langganan seperti Ivar Jenner, Miliano Jonathans, hingga striker Mauro Zijlstra tetap menghiasi komposisi tim utama.
Meskipun sudah sering dipanggil, kehadiran mereka dianggap penting sebagai tulang punggung untuk menjaga keseimbangan permainan tim nasional.
Performa impresif Cahya dan Dony di level klub menjadi alasan kuat mengapa mereka layak menyandang status sebagai pemain timnas.
Begitu pula dengan Victor Dethan dan Arkhan Fikri yang terus menunjukkan kedewasaan bermain meski usia mereka masih sangat belia.
Langkah berani John Herdman ini diharapkan mampu menciptakan kedalaman skuad yang mumpuni sebelum turnamen resmi dimulai nantinya.
Dukungan publik kini tertuju pada efektivitas racikan strategi Herdman dalam memadukan pemain senior dengan para debutan potensial tersebut.
Persaingan memperebutkan posisi utama diyakini akan semakin ketat mengingat banyaknya jumlah pemain yang dipanggil dalam skuad sementara ini.
Agenda FIFA Series 2026 akan menjadi ujian perdana bagi visi jangka panjang yang dibawa oleh pelatih baru untuk sepak bola Indonesia.