-
Emil Audero melakukan kesalahan fatal saat mengantisipasi bola yang berujung gol kemenangan untuk Lecce.
-
Cremonese terperosok ke zona degradasi peringkat 18 setelah kehilangan poin penting di laga tandang.
-
Laga melawan Fiorentina menjadi penentu krusial bagi masa depan Emil Audero di kasta Serie A.
Suara.com - Penampilan penjaga gawang andalan Cremonese sedang menjadi pusat perhatian publik pecinta sepak bola Liga Italia.
Emil Audero yang biasanya tampil tenang justru mengalami momen yang sangat tidak menguntungkan pada akhir pekan.
Kiper yang baru saja memperkuat Timnas Indonesia itu melakukan kesalahan perhitungan yang berdampak cukup fatal bagi tim.
Kejadian tersebut berlangsung dalam pertandingan tandang yang krusial saat Cremonese bertamu ke markas Lecce.
Stadion Via del Mare menjadi saksi bisu kegagalan sang penjaga gawang dalam mengamankan area kotak penalti.
Pelatih Davide Nicola sebenarnya menaruh kepercayaan penuh kepada Emil Audero sejak menit pertama dimulai.
Strategi yang disusun Nicola sangat mengandalkan ketangguhan lini pertahanan untuk mencuri poin dari tuan rumah.
Namun nasib buruk tidak bisa dihindari oleh pemain profesional mana pun di lapangan hijau tersebut.
Emil gagal membaca arah bola dengan tepat saat situasi sepak pojok yang sangat berbahaya muncul.
Berniat melakukan tinjuan untuk menjauhkan bola, ia justru meleset dan hanya mengenai ruang kosong.
Bola kiriman Antonino Gallo tersebut akhirnya mendarat di posisi yang sangat menguntungkan bagi pemain lawan.
Santiago Pierotti yang berada di posisi tepat langsung menyambar si kulit bundar dengan sundulan terukur.
Gol pembuka dari tuan rumah tersebut langsung meruntuhkan mental bertanding para pemain tim tamu sementara waktu.
Lecce kemudian berhasil menggandakan kedudukan melalui eksekusi penalti yang dilakukan dengan tenang oleh Nikola Stulic.
Meski Federico Bonazzoli sempat memperkecil ketertinggalan, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan muka Cremonese.
Performa Emil dalam laga ini mendapatkan respons yang sangat dingin dari berbagai pengamat data sepak bola.
Sejumlah platform statistik ternama memberikan angka yang menunjukkan betapa buruknya performa individu sang kiper.
Situs Soccerway hanya menyematkan nilai sebesar 5,5 untuk kontribusi Emil sepanjang sembilan puluh menit pertandingan.
Kritik lebih keras datang dari Whoscored yang memberikan rating sangat rendah yakni di angka 5,3 saja.
Platform Sofascore sedikit lebih murah hati dengan memberikan nilai 6,3 bagi pemain kelahiran Mataram itu.
Posisi Cremonese di tabel klasemen sementara kian mengkhawatirkan menyusul hasil negatif pada pekan tersebut.
Klub berjuluk La Cremo ini sekarang harus puas tertahan di posisi ke-18 klasemen kasta tertinggi Italia.
Mereka baru mengumpulkan total 24 poin dari seluruh rangkaian pertandingan yang telah dijalani musim ini.
Selisih tipis satu angka masih memisahkan mereka dengan Fiorentina yang berada tepat di zona aman.
Pertemuan mendatang melawan Fiorentina akan menjadi partai hidup mati bagi nasib Emil Audero dan kolega.
Seluruh elemen tim kini harus segera melupakan kekalahan pahit ini untuk fokus pada laga berikutnya.
Kesalahan individu seperti yang dilakukan Emil diharapkan tidak terulang kembali di sisa kompetisi yang ketat.
Fisik dan mental para pemain akan diuji habis-habisan untuk bisa keluar dari jeratan zona merah.
Manajemen klub kabarnya terus memberikan motivasi tambahan agar para pemain tetap optimistis bertahan di Serie A.