PSSI Tegaskan Larangan Away Suporter Bisa Berlanjut Selamanya Jika Kerusuhan dan Perusakan Fasilitas

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 09 Maret 2026 | 20:05 WIB
PSSI Tegaskan Larangan Away Suporter Bisa Berlanjut Selamanya Jika Kerusuhan dan Perusakan Fasilitas
Persijap Jepara (IG Persijap Jepara)
  • PSSI mengancam perpanjangan larangan suporter tandang musim depan akibat maraknya kerusuhan di liga.

  • Insiden terbaru bentrokan Persijap vs Persis Solo memicu evaluasi ketat terkait keamanan stadion.

  • Arya Sinulingga menegaskan keselamatan nyawa adalah prioritas utama dibandingkan sekadar mengizinkan suporter tandang.

Arya mengingatkan kembali esensi mendukung tim kesayangan yang seharusnya dilakukan dengan penuh kedamaian dan sportivitas tinggi.

Setiap orang yang datang ke stadion diharapkan bisa kembali ke rumah dalam keadaan selamat tanpa kekurangan apa pun.

"Ini tidak hanya satu. Ini menyangkut nyawa gitu. Kita berharap teman-teman suporter bisa ingat janji kita ketika masuk stadion itu bajunya putih, keluar juga bajunya putih, jangan ada warna lain yang membuat kita celaka," ucap Arya.

Persaingan emosional yang terjadi di lapangan tidak semestinya dibawa ke ranah kekerasan yang merugikan banyak pihak terkait.

Pertanyaan besar muncul mengenai alasan di balik ego sektoral suporter yang masih sering memicu konflik fisik berkepanjangan.

"Buat apa kita harus ada korban-korban lagi, emosi yang ada di situ terus, buat apa. Itu jadi pertanyaan kita juga. Maka dari itu, sampai sekarang kami tetap membuat larangan away," tegas Arya mengenai alasan aturan tersebut.

Saat ini, internal PSSI sedang melakukan kajian mendalam terkait regulasi suporter mengingat tensi pertandingan yang semakin memanas.

Paruh akhir musim kompetisi dianggap sebagai fase yang sangat krusial dan rawan terjadi gesekan antarkelompok pendukung fanatik.

"Sekarang kita sedang diskusi. Kenapa diskusi? Di PSSI kita sedang diskusi. Karena sekarang lagi menuju kondisi-kondisi yang rawan, kan ini menuju akhir musim. Jadi, ini kondisi rawan," ia menambahkan.

Perebutan gelar juara dan upaya menghindari zona degradasi membuat setiap poin menjadi sangat sensitif bagi para suporter.

Fenomena pengejaran terhadap perangkat pertandingan dan perusakan fasilitas umum stadion menjadi catatan hitam yang disesalkan oleh federasi.

Arya menyayangkan sikap anarkis yang merusak infrastruktur, terutama di wilayah yang fasilitas olahraganya masih sangat terbatas dan minim.

"Ini yang kita harapkan, mudah-mudahan. Ini perangkat pertandingan dikejar-kejar, semua dikejar-kejar, infrastruktur stadion dirusak. Mereka tidak tahu di luar Pulau Jawa itu stadion saja tidak ada, sangat disayangkan punya stadion seperti itu," jelas Arya.

Pihak keamanan internal federasi kini tengah merumuskan skema yang lebih ketat untuk mengantisipasi gejolak di sisa jadwal liga.

Langkah ini juga mencakup pengawasan terhadap kompetisi di berbagai kasta, termasuk persaingan menuju promosi yang tak kalah sengit.

"Ini yang sedang kami diskusikan dengan ketat, mulai dari Pak Rudy dari keamanan juga sangat ketat melakukan diskusi membicarakan lebih detail mengenai kondisi ini. Karena menuju akhir-akhir kompetisi sedikit rawan, baik dari Super League maupun Championship karena masalah promosi," urainya.

Intensitas persaingan di papan atas dan papan bawah klasemen memerlukan perhatian ekstra dari segi pengamanan dan regulasi suporter.

Jika pola kerusuhan ini tidak kunjung membaik, maka opsi tanpa penonton tamu akan tetap menjadi pilihan utama federasi.

"Super League ketat sekali di atas, di bawah pun juga dekat. Maksudnya yang di atas mau juara, yang di bawah tidak mau degradasi. Jadi, harus ada perhatian khusus," terangnya.

PSSI tidak akan memberikan toleransi jika budaya disiplin tidak kunjung tumbuh di kalangan pecinta sepak bola nasional tersebut.

Ketegasan ini merupakan bentuk tanggung jawab federasi dalam menjaga marwah sepak bola Indonesia di mata dunia internasional.

"Untuk musim depan? Kalau seperti ini terus, jangan salahkan federasi ketika itu diterapkan," papar Arya memberikan peringatan keras.

Rasa malu muncul ketika fasilitas stadion seperti kursi dan tribun dirusak hanya karena luapan emosi sesaat yang tidak terkendali.

"Karena kita tidak bisa disiplin dan tidak bisa menunjukkan bahwa kita mampu untuk itu, malu. Kita setiap pertandingan kursi di lempar-lempar, dibongkar, apa itu," pungkasnya.

Federasi berharap seluruh elemen suporter dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pertandingan yang aman bagi siapa saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bojan Hodak Pantau Cedera Febri Hariyadi, Persib Siap Ambil Keputusan Besar

Bojan Hodak Pantau Cedera Febri Hariyadi, Persib Siap Ambil Keputusan Besar

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:30 WIB

Bali United Dalam Bahaya, Lewatan Enam Laga Tanpa Kemenangan

Bali United Dalam Bahaya, Lewatan Enam Laga Tanpa Kemenangan

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 18:10 WIB

Nasib Febri Hariyadi Kian Pilu, Akhiri Musim Lebih Cepat usai ACL Kambuh

Nasib Febri Hariyadi Kian Pilu, Akhiri Musim Lebih Cepat usai ACL Kambuh

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 12:47 WIB

Terkini

Media Vietnam Terkejut Kim Sang-sik Pantau Timnas Indonesia di GBK, Ada Misi Khusus?

Media Vietnam Terkejut Kim Sang-sik Pantau Timnas Indonesia di GBK, Ada Misi Khusus?

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:55 WIB

Piala Dunia 2026: Iran Ajukan Izin Khusus ke FIFA Pakai Ban Lengan Hitam Kontra Mesir, Apa Artinya?

Piala Dunia 2026: Iran Ajukan Izin Khusus ke FIFA Pakai Ban Lengan Hitam Kontra Mesir, Apa Artinya?

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:55 WIB

Kylian Mbappe Melempem Jelang Piala Dunia 2026, Ini Pembelaan Didier Deschamps

Kylian Mbappe Melempem Jelang Piala Dunia 2026, Ini Pembelaan Didier Deschamps

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:23 WIB

Amerika Tawarkan Pembuatan Visa Kilat Nonton Piala Dunia 2026, Tapi Bayar Segini

Amerika Tawarkan Pembuatan Visa Kilat Nonton Piala Dunia 2026, Tapi Bayar Segini

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:00 WIB

Prediksi John Herdman Terbukti, Mozambik Bikin Timnas Indonesia Kerja Keras di GBK

Prediksi John Herdman Terbukti, Mozambik Bikin Timnas Indonesia Kerja Keras di GBK

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

Harapan Pelatih Mozambik: Ingin Reuni dengan Timnas Indonesia di Portugal, Spanyol, dan Maroko

Harapan Pelatih Mozambik: Ingin Reuni dengan Timnas Indonesia di Portugal, Spanyol, dan Maroko

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:33 WIB

Hajar Mozambik, John Herdman Samai Prestasi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Hajar Mozambik, John Herdman Samai Prestasi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:23 WIB

Curhat Ole Romeny: Merasa Bebas di Timnas Indonesia Dibanding Klub

Curhat Ole Romeny: Merasa Bebas di Timnas Indonesia Dibanding Klub

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:14 WIB

Mata-matai Timnas Indonesia di GBK, Pelatih Vietnam 'Digocek' John Herdman

Mata-matai Timnas Indonesia di GBK, Pelatih Vietnam 'Digocek' John Herdman

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:57 WIB

Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Menang Beruntun Lawan Oman dan Mozambik, Rekor Terbaik 2 Dekade

Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Menang Beruntun Lawan Oman dan Mozambik, Rekor Terbaik 2 Dekade

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:56 WIB