- Laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Selandia Baru dan Iran di Los Angeles terancam pindah akibat ketegangan Timur Tengah.
- Federasi Iran mengancam boikot seluruh laga grup di Amerika Serikat menyusul serangan militer AS-Israel pada 28 Februari.
- Meksiko siap jadi tuan rumah alternatif, sementara tim Selandia Baru menyatakan kesiapan bermain di lokasi mana pun.
Suara.com - Perang di Timur Tengah membayangi laga pembuka Piala Dunia FIFA 2026 antara Timnas Selandia Baru dan Timnas Iran.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Los Angeles pada 15 Juni kini terancam dipindahkan akibat serangan militer AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
Federasi sepak bola Iran bahkan mengancam akan memboikot seluruh laga fase grup yang digelar di Amerika Serikat.
Situasi ini memunculkan kemungkinan perubahan lokasi pertandingan ke negara lain seperti Meksiko atau Kanada.
Gelandang Selandia Baru, Ryan Thomas, menegaskan timnya siap beradaptasi dengan segala skenario.
“Mereka pantas berada di Piala Dunia sebagai tim yang lolos kualifikasi,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.
Ryan Thomas juga menambahkan bahwa perubahan venue bukan masalah besar bagi timnya.
“Kalau kami harus bermain di Meksiko atau Kanada, ya kami akan bermain di sana. Itu bukan masalah besar bagi saya,” kata Thomas.
Senada dengan itu, winger senior Kosta Barbarouses menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada otoritas terkait.
“Saya rasa itu tidak akan mengganggu persiapan kami sama sekali,” ujarnya.
Barbarouses juga menyoroti kekhawatiran soal keamanan jika laga tetap digelar di AS. Namun, ia tetap percaya pada tuan rumah.
“Saya memahami ada kekhawatiran, tapi dengan besarnya ajang ini, saya percaya keamanan akan terjamin,” katanya.
Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan negaranya siap menjadi tuan rumah alternatif bagi laga Iran. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan FIFA.
Kontributor: Azka Putra