- Sandro Tonali Newcastle United diprediksi pindah musim panas 2026, dengan klub menetapkan harga tinggi £80 juta.
- Meskipun larangan bermain, Tonali kembali berkontribusi membawa Newcastle meraih Carabao Cup dan Liga Champions.
- Tonali lebih memilih kembali bermain di Italia daripada bertahan di Premier League meski diminati Arsenal dan MU.
Suara.com - Masa depan Sandro Tonali mulai memanas jelang bursa transfer musim panas 2026.
Gelandang andalan Newcastle United itu dikabarkan siap hengkang, namun klub memasang harga tinggi mencapai £80 juta atau setara Rp1,7 triliun.
Tonali menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di St James’ Park dalam dua musim terakhir.
Meski sempat terkena sanksi larangan bermain selama 10 bulan, ia bangkit dan membantu Newcastle meraih Carabao Cup serta lolos ke Liga Champions.
Minat terhadap Tonali pun berdatangan dari klub besar Inggris, termasuk Arsenal dan Manchester United.
Kedua tim tersebut disebut membutuhkan tambahan kekuatan di lini tengah.
Namun, laporan terbaru menyebut preferensi Tonali justru bukan bertahan di Premier League.
Tonali lebih condong untuk kembali ke Italia, meski peluang itu terhambat banderol mahal yang dipasang Newcastle.
“Tonali sebenarnya terbuka untuk pindah, tapi keinginannya adalah kembali ke Italia,” tulis laporan media Inggris, Metro.uk
Legenda Inggris, Chris Waddle, turut mempertanyakan kebutuhan Arsenal terhadap Tonali.
Waddle menilai karakter permainan Tonali mirip dengan gelandang utama The Gunners saat ini.
“Dia pemain yang sangat efisien, mirip dengan Declan Rice. Konsisten dalam umpan, punya tembakan bagus, dan stamina kuat,” kata Waddle.
Waddle bahkan meragukan apakah Arsenal benar-benar membutuhkan pemain dengan profil serupa.
“Dalam pikiran saya, dia sangat mirip dengan Rice. Jadi apakah Arsenal benar-benar butuh pemain seperti itu?” ujarnya.
Sementara itu, mantan pelatih Manchester United, Rene Meulensteen, justru mendorong Setan Merah untuk merekrut Tonali.