- Timnas Irak akan melawan Bolivia di final play-off interkonfederasi Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey.
- Pelatih Graham Arnold memastikan Irak akan berjuang maksimal demi kemenangan, bukan sekadar menghindari kekalahan.
- Irak menargetkan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, setelah terakhir kali berpartisipasi tahun 1986.
Suara.com - Timnas Irak bersiap tampil habis-habisan saat menghadapi Bolivia pada laga final play-off interkonfederasi Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan digelar di Stadion Monterrey, Monterrey, Selasa waktu setempat.
Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, menegaskan bahwa timnya tidak akan datang hanya untuk “menghindari kekalahan”. Menurut Arnold, anak-anak asuhnya akan mengerahkan seluruh kemampuan, baik selama 90 menit, 120 menit, atau bahkan melalui adu penalti, demi meraih kemenangan.
"Saya bisa pastikan bahwa kami tidak akan pergi ke sana hanya untuk menghindari kekalahan. Saat kami berada di lapangan, kami akan mengerahkan seluruh kemampuan kami selama 95 atau 120 menit, atau berapa pun lamanya, untuk memenangkan pertandingan itu," ujar Arnold, dikutip dari laman resmi AFC.
Pelatih asal Australia ini juga menekankan ambisi besar Irak untuk kembali berlaga di putaran final Piala Dunia, setelah terakhir kali tampil pada edisi 1986.
Irak mencapai final play-off interkonfederasi setelah perjalanan panjang di level AFC, termasuk menyingkirkan Uni Emirat Arab di putaran keempat dengan agregat 3-2. Arnold menegaskan bahwa persiapan matang menjadi kunci sukses tim.
"Yang terpenting adalah kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Kita harus memastikan persiapan kita tepat dan para pemain dalam kondisi prima dan siap. Kemudian, barulah kita berjuang," kata Arnold.
Pada laga melawan Bolivia, Irak wajib meraih kemenangan agar bisa melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Jika pertandingan berakhir imbang dalam waktu normal, laga akan dilanjutkan ke babak tambahan atau adu penalti untuk menentukan tim yang lolos.
(Antara)