Indonesia menjadi runner up FIFA Series setelah kalah tipis satu kosong dari Bulgaria.
Jay Idzes merasa optimis dengan perubahan taktik dan semangat besar dari John Herdman.
Fokus Timnas Indonesia kini beralih sepenuhnya untuk meraih juara di Piala AFF 2026.
Kekalahan dari Bulgaria sebenarnya dibarengi dengan statistik penguasaan bola yang cukup mendominasi sepanjang pertandingan berlangsung.
Banyak peluang emas tercipta namun penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Sebelum mencapai partai puncak, Indonesia sempat mencatatkan hasil yang sangat impresif pada pertandingan pembuka turnamen.
Gawang Saint Kitts and Nevis dijebol empat kali tanpa balas dalam sebuah kemenangan yang sangat meyakinkan.
Momen tersebut menjadi debut yang indah bagi Herdman sebelum akhirnya diuji oleh tim kuat asal Eropa.
Ajang FIFA Series ini menjadi reuni pertama para pemain setelah terakhir kali berkumpul pada Oktober 2025.
Kala itu Indonesia masih berjuang keras dalam putaran Kualifikasi Piala Dunia yang sangat menguras tenaga.
Kini fokus utama segera dialihkan pada kompetisi bergengsi di tingkat regional Asia Tenggara yang sudah menanti.
Piala AFF 2026 dijadwalkan bakal bergulir pada periode musim panas antara Juli hingga Agustus mendatang.
Seluruh elemen tim nasional kini mengusung misi besar untuk mengakhiri penantian panjang gelar juara tersebut.
Federasi dan suporter menaruh harapan yang sangat besar pada pundak John Herdman dan para pemainnya.
Persiapan matang harus segera disusun mengingat persaingan di level ASEAN kini semakin kompetitif dan sulit.
Jay Idzes dan kolega diharapkan mampu menyerap semua ilmu baru yang dibawa oleh staf pelatih asing.
Dukungan penuh dari publik sepak bola dalam negeri akan menjadi energi tambahan bagi para pejuang lapangan.
Semangat juang yang ditunjukkan saat melawan Bulgaria menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan di depan mata.