- Timnas Italia berada di bawah tekanan besar untuk lolos ke Piala Dunia 2026 setelah secara menyakitkan absen pada dua edisi sebelumnya secara beruntun.
- Pemain sayap veteran, Matteo Politano, menegaskan bahwa laga final playoff melawan Bosnia ini merupakan kesempatan terakhir bagi generasinya untuk tampil di Piala Dunia.
- Selain tekanan psikologis, skuad Gli Azzurri juga harus mematikan ancaman striker veteran Bosnia, Edin Dzeko, yang sangat mengenal karakter bek-bek Italia.
Penyerang jangkung berusia 40 tahun tersebut pernah berbagi ruang ganti dengan ketiga bek utama Italia yang akan diturunkan pada laga nanti.
Ketajaman striker veteran tersebut masih sangat menakutkan setelah sukses mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan maut ke gawang Wales pekan lalu.
Postur raksasanya yang mencapai 1,93 meter membuatnya sangat unggul dalam duel udara, sebuah titik lemah yang kerap merepotkan pertahanan Italia.
Sadar akan ancaman tersebut, sayap lincah Federico Dimarco mengingatkan rekan-rekannya untuk mengesampingkan sejenak kedekatan personal mereka di atas lapangan.
Meski menghormati mantan rekan setimnya di Inter Milan tersebut, ia menegaskan bahwa skuadnya sangat putus asa untuk menghindari hattrick kegagalan di ajang kualifikasi.
Catatan kelam eliminasi oleh Swedia dan Makedonia Utara pada dua edisi playoff kualifikasi sebelumnya terus menghantui mentalitas para pemain menjelang laga penentuan ini.
Tugas berat skuad Gli Azzurri juga semakin diperparah dengan kondisi markas lawan yang dikenal memiliki atmosfer sangat mengintimidasi bagi tim tamu.
"Kami memperkirakan atmosfer yang sulit," ujar Dimarco mengakui tekanan yang akan dihadapi timnya di stadion berkapasitas 14.000 tempat duduk tersebut.
Meski kapasitas stadion akan dikurangi 20 persen akibat sanksi FIFA terkait tindakan rasialis suporter tuan rumah, tekanan psikologis dipastikan tetap akan sangat terasa.
Kubu Italia juga dibuat cemas dengan kondisi kualitas rumput lapangan yang berpotensi rusak menyusul hujan salju yang baru saja melanda wilayah tersebut.
"Tapi jika kita bisa tetap dalam kerangka berpikir yang benar selama 95 menit, saya rasa kita bisa mendapatkan hasilnya," pungkas Dimarco penuh optimisme.