- Empat pemain Timnas Indonesia di Belanda harus menepi akibat investigasi status paspor oleh otoritas imigrasi setempat.
- Klub-klub liga Belanda membekukan Dean James, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens dari aktivitas sepak bola.
- Dinas Imigrasi Belanda sedang mengevaluasi 25 pemain yang terancam kehilangan status kewarganegaraan karena membela negara non-Uni Eropa.
Suara.com - Kabar buruk datang dari Belanda usai empat pemain Timnas Indonesia yang berkarier di sana dilaporkan harus menepi dari aktivitas klub untuk sementara waktu.
Keputusan ini merupakan efek domino dari polemik status paspor yang kini tengah diselidiki oleh otoritas sepak bola dan imigrasi setempat.
Menurut laporan media kenamaan Belanda, Telegraaf sejumlah klub memilih untuk mengambil langkah aman dengan tidak melibatkan para pemain yang status kewarganegaraannya tengah menjadi sorotan.
Selain Dean James yang sudah lebih dulu diistirahatkan oleh Go Ahead Eagles, kini giliran Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen) yang juga harus menerima nasib serupa.
"Masalah paspor di sepak bola profesional ini membuat banyak klub memilih langkah aman dengan menepikan pemain," tulis Telegraaf.
Langkah preventif ini diambil secara serentak oleh beberapa klub di kasta tertinggi (Eredivisie) maupun kasta kedua (Eerste Divisie) Liga Belanda.
"Hal serupa dilakukan Fortuna Sittard terhadap Justin Hubner dan Justin Lonwijk, serta Willem II terhadap Nathan Tjoe-a-On," katanya.
"Sebelumnya, FC Emmen telah lebih dulu menepikan Tim Geypens karena alasan yang sama, kemudian diikuti oleh Go Ahead Eagles yang melakukan hal serupa terhadap Dean James," ungkap Telegraaf.
Media tersebut juga secara spesifik mengonfirmasi situasi yang dihadapi Nathan Tjoe-A-On di kasta kedua.
"Di kompetisi Keuken Kampioen Divisie, Willem II juga untuk sementara tidak mengizinkan Nathan Tjoe-a-On berlatih atau bermain karena ketidakjelasan status kewarganegaraannya," papar media kenamaan tersebut.
Polemik yang awalnya hanya menyasar satu pemain ini ternyata kini telah meluas menjadi isu nasional.
Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND) dilaporkan telah mengantongi daftar puluhan pemain yang berpotensi kehilangan status kewarganegaraan Belanda mereka.
"Terdapat daftar 25 pemain putra dan putri yang kemungkinan kehilangan kewarganegaraan Belanda karena membela tim nasional negara non-Uni Eropa," imbuh Telegraaf.
Hingga ada keputusan final dari pihak imigrasi, klub-klub memilih untuk tidak mengambil risiko dan membekukan sementara para pemain yang terlibat.
"Nama-nama dalam daftar tersebut telah diajukan untuk penilaian ke IND. Sambil menunggu keputusan dari IND, sejumlah klub di Eredivisie dan Eerste Divisie memutuskan untuk tidak mengizinkan para pemain terkait berlatih atau bermain selama status kewarganegaraan mereka belum jelas," tutup laporan tersebut.