- Timnas Indonesia meraih posisi runner-up pada ajang FIFA Series 2026 setelah kalah 0-1 dari Bulgaria di final.
- Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Indonesia selama turnamen berasal dari tendangan penalti menit ke-38.
- Strategi tiga bek yang diterapkan terbukti efektif menjaga pertahanan tetap solid sekaligus mendominasi penguasaan bola saat bertanding.
Suara.com - Timnas Indonesia menutup kiprah di FIFA Series 2026 sebagai runner-up dengan catatan menarik.
Skuad Garuda kalah tipis 0-1 dari Bulgaria di partai final.
Gol tunggal dicetak Marin Petkov lewat penalti pada menit ke-38.
Meski gagal juara, performa lini belakang Indonesia justru jadi sorotan utama.
Dalam dua laga, gawang Garuda hanya kebobolan satu kali sepanjang turnamen.
Menariknya, satu-satunya gol itu berasal dari situasi penalti, bukan open play.
Pada laga final, Indonesia bahkan mendominasi penguasaan bola hingga 71 persen.
Pertahanan tetap solid meski mendapat tekanan dalam beberapa momen krusial.
Kiper Emil Audero juga tampil sigap dengan penyelamatan penting.
Di semifinal, Indonesia tampil sempurna saat menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis.
Lini belakang sukses menjaga clean sheet tanpa memberi banyak celah bagi lawan.
Trio Elkan Baggott, Jay Idzes, dan Rizky Ridho tampil disiplin.
Mereka mampu menjaga organisasi pertahanan dengan sangat rapi dan konsisten.
Skema tiga bek racikan John Herdman terbukti efektif.
Selain bertahan, lini belakang juga aktif membantu distribusi bola ke depan.