- Pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Tim Geypens, resmi kembali berlatih bersama klub FC Emmen pasca polemik administratif kewarganegaraan.
- Geypens memperoleh izin tinggal sementara di Belanda hingga tahun 2031 setelah sempat terkendala status hukum pasca naturalisasi.
- Masalah muncul karena Geypens kurang memahami konsekuensi hukum terkait larangan kewarganegaraan ganda antara Indonesia dan negara Belanda.
Suara.com - Bek FC Emmen sekaligus pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Tim Geypens, akhirnya bisa kembali menata kariernya setelah lepas dari polemik “paspoortgate” yang sempat menghambat langkahnya di dunia sepak bola profesional.
Media Belanda, Dagblad van het Noorden (DVHN), menyoroti kisah tersebut dalam artikel berjudul “Tim Geypens (20) kembali menjadi pesepak bola profesional di FC Emmen. Saya tiba-tiba menjadi ilegal di negara saya sendiri” yang terbit pada Kamis (9/4/2026).
Dalam wawancara itu, Geypens menceritakan momen penting ketika dirinya mendapat kepastian bisa kembali bermain.
"Tadi malam pengacara saya menelepon dan mengatakan saya boleh kembali ke lapangan," ujar Tim Geypens.
Kabar tersebut menjadi titik balik setelah sebelumnya ia terjebak dalam persoalan administratif terkait kewarganegaraan.
FC Emmen pun langsung mengonfirmasi bahwa sang pemain sudah bisa kembali berlatih dan tampil setelah memperoleh izin tinggal sementara hingga 2031, dengan opsi perpanjangan.
"Pagi ini saya bangun dengan sangat bahagia, karena saya kembali menjadi pesepak bola dan bisa kembali ke klub. Kondisi fisik saya terjaga, sentuhan bola sempat sedikit kaku, tapi cepat kembali," tutur Tim Geypens.
Geypens sendiri resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 8 Februari 2025 di KBRI London.
Ia menjalani proses naturalisasi bersama Ole Romeny dan Dion Markx, dengan proyeksi memperkuat Timnas Indonesia kelompok usia muda sebelum naik ke level senior.
Sebelum itu, ia juga sempat tampil di Toulon Cup 2024 bersama sejumlah pemain keturunan lain seperti Mauresmo Hinoke, Sascha Deighton, dan Sem Yvel.
Namun, keputusan naturalisasi tersebut membawa konsekuensi yang tidak sepenuhnya ia pahami sejak awal.
Geypens mengakui kurang mendalami dampak hukum dari perpindahan kewarganegaraan, terutama terkait aturan yang dianut Belanda dan Indonesia yang sama-sama tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda.
"Tidak, kehilangan kewarganegaraan Belanda saat mengambil keputusan itu tidak pernah benar-benar dibahas. Saya juga kurang mendalaminya, dan itu adalah kesalahan saya sendiri," ucap Tim Geypens.
Meski demikian, ia tidak menyalahkan pihak lain atas situasi yang dialaminya.
"Mungkin mereka bisa menjelaskan konsekuensinya dengan lebih jelas, tetapi saya sendiri juga kurang memperhatikannya. Semuanya terlihat begitu indah, saya berada dalam semacam tunnel vision," katanya.