- Bojan Hodak menilai kebobolan lawan Bali United murni karena faktor bermain dengan 10 pemain usai kartu merah Patricio Matricardi.
- Terkait gol kontroversial Dewa United, manajemen Persib akan mengirimkan surat laporan resmi kepada ofisial liga mengenai kepemimpinan wasit Yoko Supriyanto.
- Meski kebobolan 4 gol, Hodak tetap memuji kedisiplinan barisan belakang Persib dan fokus penuh menyambut laga krusial kontra Arema FC di GBLA.
Alih-alih meluapkan kemarahan di depan awak media, ia memilih untuk menempuh jalur administratif secara resmi kepada federasi demi menjaga integritas klub.
"Hari ini kami kebobolan dua gol, dan saya tidak ingin memberikan komentar tentang kedua gol tersebut karena saya akan menyebutkan hal ini dalam laporan kepada (ofisial) wasit," tegasnya.
Tetap Optimis Menatap Duel Klasik Kontra Arema FC
Meskipun rekor pertahanan timnya sedikit tercoreng, Hodak menegaskan bahwa ia masih sangat mempercayai kualitas dan kedisiplinan barisan pertahanan Maung Bandung.
Ia memandang fluktuasi dalam statistik permainan sebagai sesuatu yang wajar terjadi di tengah ketatnya persaingan kompetisi sepak bola profesional.
Hodak tetap memberikan apresiasi tinggi kepada kerja keras para pemain yang menurutnya sudah berupaya maksimal menjalankan instruksi taktik.
"Dan saya tidak berpikir bahwa ada masalah tentang hal itu. Hal ini terkadang terjadi, tapi pada akhirnya saya cukup senang dengan cara para pemain bertahan bermain," ucapnya lagi.
Kini, konsentrasi penuh dari seluruh elemen tim langsung dialihkan untuk menatap laga kandang yang sangat krusial pada pekan ke-29 mendatang.
Persib dijadwalkan menjamu rival abadi mereka, Arema FC, dalam laga yang diprediksi akan berlangsung sangat panas di Stadion GBLA pada Jumat (24/4/2026).
Raihan tiga poin penuh tanpa kebobolan menjadi target mutlak bagi Bojan Hodak demi mempertahankan dominasi mereka di jalur juara Super League musim ini.
Rapuhnya Pertahanan Persib
Persib Bandung sebelumnya dikenal sebagai salah satu kontestan dengan organisasi pertahanan paling solid dan sulit ditembus oleh barisan penyerang lawan.
Hantaman hukuman kartu merah dan beberapa keputusan wasit yang dinilai kontroversial di pengujung kompetisi ini menjadi ujian berat bagi mentalitas juara para penggawa lini belakang.
Statistik kebobolan yang mendadak meningkat ini menjadi alarm bagi tim pelatih untuk segera membenahi koordinasi transisi bertahan sebelum memasuki fase-fase akhir penentuan gelar juara.
Kontributor : Rahman