-
TVRI memegang hak siar eksklusif 104 pertandingan Piala Dunia 2026 untuk seluruh wilayah Indonesia.
-
Penyelenggara nonton bareng wajib daftar melalui web resmi 45 hari sebelum pertandingan dimulai.
-
Diskominfo Kepri mendukung penuh sosialisasi lisensi FIFA demi kenyamanan akses informasi masyarakat lokal.
Suara.com - Masyarakat kini wajib mengikuti prosedur resmi untuk menyelenggarakan kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026.
Lembaga Penyiaran Publik TVRI telah mengantongi hak siar eksklusif untuk menayangkan total 104 pertandingan ajang tersebut.
Langkah strategis diambil dengan menggandeng Diskominfo Kepri guna memastikan informasi mengenai legalitas penyiaran tersampaikan secara luas.
![Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/01/42223-logo-piala-dunia-2026.jpg)
Kerja sama ini bertujuan melindungi hak komersial dan mencegah terjadinya pelanggaran penggunaan konten tanpa izin.
Sinergi antara kedua lembaga ini fokus pada penguatan sosialisasi di seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Setiap pihak yang berniat menyiarkan pertandingan di ruang publik wajib mendaftarkan diri kepada TVRI.
Batas waktu pengajuan lisensi siaran ditetapkan paling lambat 45 hari sebelum jadwal pelaksanaan turnamen dimulai.

Penyelenggara nonton bareng harus memastikan penggunaan perangkat antena dan set top box yang sesuai standar.
Pendaftaran secara mandiri dapat dilakukan dengan mudah melalui tautan resmi pada laman https://bolagembira.tvrinews.com.
Kepala TVRI Stasiun Kepri Yenni Marlinda menyampaikan pada Piala Dunia tahun ini akan ada 104 pertandingan bola gembira yang secara keseluruhan akan ditayangkan oleh TVRI.
Aturan penggunaan atribut visual dalam siaran Piala Dunia 2026 kali ini diberlakukan secara sangat ketat.
Layar televisi hanya diperbolehkan menampilkan logo resmi TVRI berdampingan dengan logo FIFA tanpa tambahan lainnya.
Pihak TVRI menegaskan bahwa penggunaan identitas visual pihak ketiga atau tulisan tambahan dilarang keras muncul.
Konsistensi visual ini merupakan bagian dari kesepakatan global untuk menjaga integritas pemegang lisensi utama.
"Bahkan sesuai hasil rapat bersama tim TVRI pusat, tulisan Piala Dunia juga tidak boleh ditampilkan, yang boleh hanya logo TVRI dan FIFA, itu saja," ujar Yenni.