-
Johan Manzambi yakin Timnas Swiss memiliki kualitas untuk mengimbangi semua lawan di Piala Dunia.
-
Adaptasi cepat Manzambi di Bundesliga membuatnya menjadi pemain kunci di bawah arahan Murat Yakin.
-
Dukungan senior seperti Granit Xhaka membantu perkembangan mental Manzambi menuju turnamen besar perdananya.
Suara.com - Johan Manzambi menegaskan kesiapan mental Timnas Swiss untuk berduel dengan negara mana pun dalam ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
Pemain berusia 20 tahun ini memandang Swiss bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan penantang serius yang memiliki level permainan setara tim elit.
Kepercayaan diri ini tumbuh seiring kesuksesan pribadinya menembus skuad utama setelah hanya menjadi penonton di zona penggemar satu dekade silam.
![Profil Timnas Swiss: Red Devils Punya Generasi Baru di Piala Dunia 2026 [Instagram @swissnatimen]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/20997-timnas-swiss.jpg)
Karier kilatnya dari akademi Servette hingga menjadi andalan SC Freiburg di Bundesliga membuktikan adanya regenerasi berkualitas dalam sepak bola Swiss.
Target besar langsung dicanangkan Manzambi sejak hari pertama dirinya menjejakkan kaki untuk berkarier secara profesional di kompetisi Jerman.
“Segera setelah saya menandatangani kontrak dengan Freiburg, Piala Dunia 2026 menjadi target bagi saya,” ujar pemain yang berposisi asli sebagai gelandang ini dikutip dari laman FIFA.
Keputusan pelatih Murat Yakin memanggilnya dalam tur Amerika Utara terbukti menjadi langkah krusial bagi transformasi lini serang Nati.

Manzambi mencatatkan gol internasional perdana dan assist saat melawan Amerika Serikat, membuktikan ia mampu meredam tekanan di kandang lawan.
Statistik impresifnya di Bundesliga juga membawa Freiburg melaju hingga ke partai puncak kompetisi antarklub Eropa untuk pertama kalinya.
Meski performanya sedang menanjak, Manzambi tetap menjaga kerendahan hati dengan fokus penuh pada setiap tanggung jawab yang diberikan pelatih.
“Saya pikir pertandingan dengan Freiburg ini akan menjadi persiapan yang baik untuk apa yang menanti saya di Piala Dunia,” ungkap peraih gelar Swiss Young Player of the Year 2025 itu.
Kemampuan bermain di berbagai posisi, mulai dari nomor 6, 10, hingga berperan sebagai penyerang nomor 9, menjadikannya aset taktis yang sangat berharga.
Gaya permainannya yang terinspirasi oleh Paul Pogba memberikan warna baru dalam kreativitas lini tengah Swiss yang selama ini dikenal disiplin.
Di ruang ganti, ia menyerap ilmu kepemimpinan langsung dari kapten senior Granit Xhaka yang menjadi idola masa kecilnya saat masih menonton televisi.
Manzambi kini bersiap menghadapi tantangan di Grup B melawan Kanada, Bosnia-Herzegovina, dan Qatar dengan status tim favorit yang sangat kuat.