-
Lionel Messi menyebut Lamine Yamal sebagai pemain terbaik di antara generasi baru sepakbola.
-
Lamine Yamal resmi mewarisi nomor punggung sepuluh milik Messi di FC Barcelona.
-
Messi mengonfirmasi hubungan rasa hormat tetap terjaga di tengah rivalitasnya dengan Cristiano Ronaldo.
Selain membahas masa depan, Messi juga menyempatkan diri untuk mengenang masa keemasan saat dirinya membela Barcelona di bawah asuhan Pep Guardiola.
Kala itu, Messi terlibat dalam persaingan sengit dengan Cristiano Ronaldo yang menjadi ikon Real Madrid dalam setiap laga El Clásico.
Persaingan tersebut tidak hanya terjadi di level kolektif untuk trofi klub, tetapi juga dalam perebutan status pemain terbaik secara individu.
"Itu adalah rivalitas olahraga yang hebat. Kami memperjuangkan segalanya, baik sebagai tim maupun secara individu. Jadi orang-orang selalu membandingkan kami. Namun hubungan kami selalu baik dan saling menghormati," kata Messi.
Messi juga meluruskan persepsi publik mengenai hubungan personalnya dengan bintang asal Portugal tersebut yang sering dianggap tegang oleh media.
Meskipun selalu bersaing ketat di lapangan hijau, Messi menegaskan bahwa tidak ada permusuhan personal antara dirinya dan Ronaldo.
Keduanya memang jarang menghabiskan waktu bersama karena jadwal kompetisi yang padat serta loyalitas terhadap klub masing-masing.
"Kami tidak sering berpapasan di luar pertandingan dan upacara penghargaan, tetapi ketika kami bertemu, kami berhubungan baik," ungkapnya mengenai hubungannya dengan CR7.
Pernyataan ini menunjukkan sisi humanis dari dua pemain yang telah mendominasi sejarah sepakbola selama hampir dua dekade terakhir.
Kini, Messi lebih memilih untuk menikmati peran barunya sebagai pengamat sambil memberikan bimbingan bagi para pemain muda.
Sejak kepergian emosional Lionel Messi dari Barcelona pada musim panas 2021 karena kendala finansial klub, raksasa Spanyol ini terus berupaya membangun kembali identitas teknis mereka di lapangan.
Penemuan Lamine Yamal dari akademi La Masia dianggap sebagai berkah besar yang mengembalikan harapan para penggemar untuk melihat kembali magis pemain nomor sepuluh di lapangan.
Pengakuan Messi terhadap Yamal dalam peluncuran iklan Piala Dunia Adidas ini menjadi momentum simbolis serah terima estafet dari pemain terbaik dunia kepada calon bintang masa depan.