-
Lionel Messi menyebut Lamine Yamal sebagai pemain terbaik di antara generasi baru sepakbola.
-
Lamine Yamal resmi mewarisi nomor punggung sepuluh milik Messi di FC Barcelona.
-
Messi mengonfirmasi hubungan rasa hormat tetap terjaga di tengah rivalitasnya dengan Cristiano Ronaldo.
Suara.com - Lamine Yamal kini mendapatkan pengakuan tertinggi dari Lionel Messi sebagai pemimpin barisan talenta muda yang akan mendominasi panggung sepakbola dunia.
Messi meyakini bahwa winger andalan FC Barcelona tersebut memiliki profil paling menonjol dibandingkan pemain seusianya yang muncul setelah era persaingan dirinya dengan Cristiano Ronaldo.
Munculnya Yamal dianggap sebagai jawaban atas pencarian panjang klub asal Catalan tersebut dalam menemukan sosok ikonik yang mampu memikul beban sejarah di Camp Nou.
![Live Instagram Lamine Yamal Mendadak Dihentikan, Ada Apa di Ruang Ganti Barcelona? [Instagram Barcelona]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/12/97123-lamine-yamal.jpg)
Performa konsisten di level tertinggi membuat bintang muda berusia 18 tahun ini dipandang sebagai prospek masa depan yang paling menjanjikan secara global.
Legitimasi ini memperkuat posisi Yamal yang baru saja menduduki peringkat kedua dalam pemungutan suara penghargaan bergengsi Ballon d'Or di bawah Ousmane Dembélé.
Dalam sebuah acara promosi bersama Adidas, Messi memberikan pandangan mendalam mengenai peta persaingan pemain muda saat ini.
![Megabintang Argentina, Lionel Messi mengamuk saat pertandingan lanjutan MLS antara Inter Miami vs Orlando City SC dalam Derby Florida, Minggu (2/3/2026) waktu setempat. [Instagram Inter Miami]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/02/56346-lionel-messi.jpg)
"Ada generasi pemain baru yang sangat bagus dan memiliki masa depan yang panjang di hadapan mereka. Jika saya harus memilih salah satu dari mereka, berdasarkan usianya, penampilannya sejauh ini, dan prospek masa depannya, itu adalah Lamine," ujar Messi dikutip dari Goal.
Bagi kapten tim nasional Argentina tersebut, kualitas yang ditunjukkan oleh Yamal sudah berada di level yang sulit untuk diperdebatkan lagi.
"Tidak diragukan lagi: bagi saya, dia yang terbaik," tegas pemain yang kini merumput di Amerika Serikat tersebut.
Kepercayaan Messi ini sejalan dengan keputusan berani klub yang telah memberikan tanggung jawab besar kepada sang pemain muda.
Lamine Yamal kini secara resmi mengemban tugas berat dengan mengenakan jersey nomor sepuluh yang melegenda di FC Barcelona.
Nomor punggung tersebut sebelumnya identik dengan identitas Messi selama bertahun-tahun sebelum akhirnya sang mega bintang terpaksa meninggalkan klub pada 2021.
Penyerahan nomor keramat ini menjadi sinyal kuat bahwa manajemen Barca melihat Yamal sebagai pewaris sah takhta yang ditinggalkan La Pulga.
Perjalanan Yamal di tim utama membuktikan bahwa ia mampu mengatasi tekanan besar meskipun usianya masih sangat belia.
Kini, fokus dunia tertuju pada bagaimana Yamal akan menuliskan sejarah barunya sendiri dengan dukungan moral dari sang pendahulu.
Selain membahas masa depan, Messi juga menyempatkan diri untuk mengenang masa keemasan saat dirinya membela Barcelona di bawah asuhan Pep Guardiola.
Kala itu, Messi terlibat dalam persaingan sengit dengan Cristiano Ronaldo yang menjadi ikon Real Madrid dalam setiap laga El Clásico.
Persaingan tersebut tidak hanya terjadi di level kolektif untuk trofi klub, tetapi juga dalam perebutan status pemain terbaik secara individu.
"Itu adalah rivalitas olahraga yang hebat. Kami memperjuangkan segalanya, baik sebagai tim maupun secara individu. Jadi orang-orang selalu membandingkan kami. Namun hubungan kami selalu baik dan saling menghormati," kata Messi.
Messi juga meluruskan persepsi publik mengenai hubungan personalnya dengan bintang asal Portugal tersebut yang sering dianggap tegang oleh media.
Meskipun selalu bersaing ketat di lapangan hijau, Messi menegaskan bahwa tidak ada permusuhan personal antara dirinya dan Ronaldo.
Keduanya memang jarang menghabiskan waktu bersama karena jadwal kompetisi yang padat serta loyalitas terhadap klub masing-masing.
"Kami tidak sering berpapasan di luar pertandingan dan upacara penghargaan, tetapi ketika kami bertemu, kami berhubungan baik," ungkapnya mengenai hubungannya dengan CR7.
Pernyataan ini menunjukkan sisi humanis dari dua pemain yang telah mendominasi sejarah sepakbola selama hampir dua dekade terakhir.
Kini, Messi lebih memilih untuk menikmati peran barunya sebagai pengamat sambil memberikan bimbingan bagi para pemain muda.
Sejak kepergian emosional Lionel Messi dari Barcelona pada musim panas 2021 karena kendala finansial klub, raksasa Spanyol ini terus berupaya membangun kembali identitas teknis mereka di lapangan.
Penemuan Lamine Yamal dari akademi La Masia dianggap sebagai berkah besar yang mengembalikan harapan para penggemar untuk melihat kembali magis pemain nomor sepuluh di lapangan.
Pengakuan Messi terhadap Yamal dalam peluncuran iklan Piala Dunia Adidas ini menjadi momentum simbolis serah terima estafet dari pemain terbaik dunia kepada calon bintang masa depan.