- Pemain Barcelona, Lamine Yamal, mengibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga di kota Barcelona, Senin lalu.
- Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengkritik tindakan Yamal sebagai bentuk provokasi dan hasutan kebencian terhadap negaranya.
- Kontroversi tersebut muncul di tengah persiapan Yamal memperkuat tim nasional Spanyol pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
Suara.com - Aksi Lamine Yamal, menuai sorotan usai mengibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga bersama Barcelona.
Aksi pemain berusia 18 tahun itu memicu kritik keras dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menilai tindakan Yamal sebagai bentuk provokasi.
Yamal terlihat membawa bendera Palestina di atas bus terbuka ketika Barcelona melakukan parade kemenangan di kota Barcelona pada Senin lalu.
Perayaan tersebut dihadiri sekitar 750 ribu pendukung setelah klub memastikan gelar juara Liga Spanyol sehari sebelumnya.
Melalui akun media sosial X, Katz mengecam aksi pemain timnas Spanyol tersebut.
Katz menyebut tindakan Yamal memicu kebencian terhadap Israel di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.
“Lamine Yamal memilih menghasut kebencian terhadap Israel ketika tentara kami memerangi organisasi teroris Hamas,” tulis Katz.
![Pakai Kaos Anti Madrid Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Parade Juara Barcelona [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/12/20361-lamine-yamal.jpg)
Yamal yang diketahui beragama Muslim juga mengunggah foto dirinya membawa bendera Palestina di akun Instagram pribadinya.
Hingga kini, sang pemain belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tersebut.
Dukungan terhadap Palestina memang semakin sering muncul di dunia olahraga dan hiburan internasional sejak perang di Gaza memicu krisis kemanusiaan besar.
Pemerintah Spanyol sendiri menjadi salah satu pihak yang cukup vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza.
Gelombang protes terhadap Israel juga sempat terlihat di sejumlah ajang olahraga internasional, termasuk balap sepeda, basket, hingga sepak bola.
Tahun lalu, ajang balap sepeda Vuelta a Espana beberapa kali terganggu aksi demonstrasi yang menolak keikutsertaan tim yang didukung Israel.
Spanyol juga termasuk salah satu negara yang memboikot Eurovision Song Contest 2026 sebagai bentuk protes terhadap partisipasi Israel.
Di tengah kontroversi tersebut, Yamal tetap diproyeksikan menjadi salah satu andalan Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara pada Juni dan Juli mendatang.