- Industri perhotelan di kota tuan rumah Piala Dunia 2026 Amerika Serikat mengalami tingkat pemesanan kamar yang mengecewakan.
- Tingginya harga tiket pertandingan serta faktor situasi politik menjadi penyebab utama rendahnya minat wisatawan menginap di hotel.
- Mayoritas pelaku bisnis perhotelan berharap terjadi peningkatan jumlah tamu secara signifikan saat turnamen sepak bola tersebut dimulai.
Fenomena tingginya harga tiket juga dikeluhkan para suporter. Hamish Husband dari Association of Tartan Army Clubs mengaku harus mengeluarkan biaya hingga 10 ribu poundsterling untuk mengikuti perjalanan Timnas Skotlandia di Piala Dunia.
“Harga 1.000 dolar AS untuk laga Skotlandia melawan Haiti itu gila,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola The Fontaine Hotel, Stephen Jenkins, masih berharap akan ada lonjakan pemesanan mendadak mendekati hari pertandingan.
Ia mengatakan kota Kansas City sebenarnya sudah bersiap maksimal menyambut Piala Dunia, termasuk menggelar berbagai festival dan acara bertema sepak bola.
Namun hingga kini, efek kehadiran megabintang Lionel Messi disebut belum mampu menciptakan dampak ekonomi sebesar konser tur Taylor Swift beberapa tahun lalu.
“Ketika Taylor Swift datang, seluruh kota langsung penuh. Saat ini kami belum melihat efek seperti itu dari Piala Dunia,” kata Jenkins.