-
Aston Villa mengakhiri puasa gelar 30 tahun dengan menjuarai Europa League setelah mengalahkan Freiburg 3-0.
-
Unai Emery mencetak sejarah baru sebagai pelatih pertama yang memenangkan lima trofi Europa League.
-
Pangeran William turut hadir langsung di Istanbul untuk merayakan kesuksesan bersejarah klub sepak bola favoritnya.
Suara.com - Aston Villa berhasil mengakhiri paceklik gelar selama tiga dekade setelah menumbangkan SC Freiburg dengan skor telak 3-0 pada laga final Europa League di Istanbul.
Kemenangan dominan di Stadion Tupras ini bukan sekadar seremoni juara biasa bagi klub asal Birmingham tersebut.
Keberhasilan ini menjadi puncak transformasi radikal dari tim yang nyaris terdegradasi menjadi penguasa baru kompetisi antarklub Eropa atau Liga Europa.

Dua gol berkelas dari Youri Tielemans dan Emiliano Buendía di akhir babak pertama langsung meruntuhkan mental perlawanan wakil Jerman.
Morgan Rogers kemudian menyempurnakan pesta kemenangan lewat gol penutup sesaat setelah turun minum.
Hasil memukau ini sekaligus menobatkan sang manajer, Unai Emery, sebagai pelatih pertama yang mengoleksi lima trofi Europa League.
Juru taktik asal Spanyol tersebut sebelumnya telah meraih kesuksesan serupa tiga kali bersama Sevilla dan sekali dengan Villarreal.
Keberhasilan ini melengkapi proses penebusan dosa Emery setelah sempat dipecat oleh Arsenal beberapa tahun silam.
"Sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kami telah bekerja sangat keras untuk ini," ujar Rogers setelah pertandingan, dikutip dari ESPN.
- Aston Villa Juara Liga Europa 2026
Baca Juga
"Kami tahu kami memiliki satu pertandingan lagi dan kami semua membuktikannya serta berhasil melaluinya. Ini adalah momen luar biasa bagi para penggemar, momen luar biasa bagi klub, dan ini akan tercatak dalam sejarah."
Pesta juara di Turki juga dihadiri langsung oleh Pangeran William yang kedapatan merayakan kemenangan dengan sangat emosional.
Pewaris takhta kerajaan Inggris tersebut tampak sibuk mengabadikan momen kapten John McGinn saat mengangkat tinggi trofi juara.
"Dia pria yang berkelas," kata McGinn tentang Pangeran William.
"Dia berada di ruang ganti sebelum pertandingan. Dia adalah penggemar berat Villa jadi dia tidak akan melewatkannya."
"Dia hanya pria biasa. Senang rasanya mendapat dukungannya dan semoga ini terus berlanjut dan malam ini dia bisa minum satu atau dua gelas bersama kami dan mungkin mengeluarkan kartu kreditnya di akhir malam!"
SC Freiburg yang sepuluh tahun lalu masih berkompetisi di kasta kedua Liga Jerman terlihat kalah kelas sepanjang laga.
Sebaliknya, performa klinis Aston Villa di atas lapangan hijau mengundang pujian dari striker andalan mereka, Ollie Watkins.
"Rasanya luar biasa. Tampil seperti itu sungguh tidak bisa dipercaya. Kami benar-benar mengendalikan permainan dan kami menghukum mereka pada akhirnya. Ini adalah pengalaman yang tidak dapat dipercaya, ini adalah apa yang Anda impikan," tutur Ollie Watkins.
"Unai sangat tenang hari ini. Terkadang dalam pertandingan liga dia bisa sedikit cemas karena dia ingin kami menang, tetapi hari ini dia sangat tenang dan itu menentukan ritme permainan."
Emery sendiri tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap dedikasi kompetisi Eropa yang membesarkan namanya.
"Saya selalu sangat berterima kasih untuk Eropa, untuk setiap kompetisi, Conference League, Champions League, Europa League, tetapi khususnya Europa League," ungkap Unai Emery.
"Kami berjuang keras di kompetisi ini dan mencoba memberikan yang terbaik. Kami bermain dengan cara yang sangat serius tahun ini."
Kilas balik ke tahun 2022, Aston Villa berada di ambang keterpurukan dan hanya terpaut satu tingkat dari zona degradasi Liga Inggris.
Namun, tangan dingin Emery mengubah segalanya hingga membawa mereka menembus zona Champions League berturut-turut.
Trofi Europa League musim ini menjadi gelar mayor pertama klub sejak memenangkan Piala Liga pada musim 1995-1996 silam.
