- Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan kesediaan negaranya menampung Timnas Iran sebagai base camp selama Piala Dunia 2026.
- Keputusan ini diambil setelah Amerika Serikat menolak kedatangan tim Iran di wilayahnya karena alasan keamanan dan politik.
- Timnas Iran akan menetap di Tijuana, Meksiko, namun tetap dijadwalkan bertanding di sejumlah kota di Amerika Serikat.
Suara.com - Meksiko secara resmi mengumumkan kesediaannya menjadi tuan rumah bagi Timnas Iran selama perhelatan Piala Dunia 2026 berlangsung.
Keputusan ini diambil setelah Amerika Serikat secara terbuka menyatakan keberatan menampung skuad berjuluk Team Melli tersebut akibat alasan keamanan dan ketegangan politik.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan langkah tersebut merupakan respons atas permintaan FIFA demi menjaga kelancaran turnamen.
AS Masih Tahan Visa Timnas Iran
Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump sebelumnya menyebut kehadiran Timnas Iran di wilayah mereka dianggap tidak ideal demi alasan keselamatan.
Hingga kini, proses pemberian visa bagi pemain dan staf Iran dilaporkan masih tertahan.
Padahal, sesuai jadwal resmi, Iran seharusnya memainkan seluruh pertandingan fase grup di sejumlah kota di Amerika Serikat.
Situasi semakin rumit karena hubungan politik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih memanas sejak konflik bersenjata pecah pada Februari lalu.
Meski demikian, Meksiko memilih melihat persoalan tersebut dari sisi sportivitas olahraga.
“Kami tidak memiliki alasan untuk menolak kemungkinan mereka tinggal di Meksiko,” ujar Presiden Claudia Sheinbaum dalam konferensi pers harian dikutip dari Al Jazeera.
Iran Pindahkan Base Camp ke Tijuana
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengonfirmasi bahwa tim nasional mereka akan memindahkan pusat latihan dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko.
Kota Tijuana dipilih karena lokasinya berada tepat di perbatasan dengan Amerika Serikat sehingga mempermudah mobilitas menuju lokasi pertandingan.
Keputusan tersebut dikabarkan telah mendapat persetujuan FIFA setelah serangkaian pertemuan di Istanbul, Turki.
Langkah ini juga diyakini mampu mengurangi hambatan birokrasi visa yang kini diperketat oleh pemerintah Amerika Serikat.