-
Bruno Fernandes menuduh Roy Keane berbohong terkait klaim ambisi egois mengejar rekor asis.
-
Kapten MU tersebut meluruskan bahwa rekaman asli wawancaranya telah diputarbalikkan oleh sang legenda.
-
Perseteruan mencuat di tengah kesuksesan MU finis peringkat ketiga di bawah asuhan Michael Carrick.
Suara.com - Kapten Manchester United, Bruno Fernandes melayangkan protes keras terhadap mantan kapten klub, Roy Keane. Fernandes menuduh pundit tersebut menyebarkan berita bohong mengenai ambisi pribadinya di lapangan hijau.
Tuduhan ini mencuat setelah Fernandes memecahkan rekor assist terbanyak dalam satu musim Liga Inggris. Sang gelandang mengemas umpan gol ke-21 saat Setan Merah menumbangkan Brighton dengan skor 3-0.
Pencapaian luar biasa itu melampaui rekor legendaris milik Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Kendati demikian, performa impresif ini justru memicu kritik tajam dari Roy Keane yang menilai Fernandes terlalu egois.

Keane menuding bintang asal Portugal itu lebih mengutamakan kejayaan personal ketimbang kepentingan kolektif Setan Merah. Mantan gelandang agresif tersebut bahkan menyebut situasi di sekitar Fernandes tak ubahnya seperti sebuah sirkus.
Dalam siniar The Overlap, Keane menyatakan keyakinannya bahwa sang kapten bermain demi angka di atas kertas.
"Setelah pertandingan [Forest] dia diwawancarai dan dia berkata, kapten Manchester United berkata: 'Beberapa kali, saya mungkin seharusnya menembak tetapi saya membuat operan itu.' Wow. Bagaimana bisa pola pikir seorang pesepak bola saat memasuki pertandingan adalah tentang rekor individu? Dia tidak akan memenangkan trofi, tidak dengan pola pikir tim seperti itu," cetus Keane.
Kritik pedas tersebut langsung dibantah keras oleh Fernandes karena dinilai salah mengartikan fakta yang ada. Pada kenyataannya, pernyataan Fernandes pascapertandingan melawan Nottingham Forest justru menunjukkan hal yang sebaliknya.
![Mantan kapten Manchester United, Roy Keane. [NICK POTTS / POOL / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/24/28402-roy-keane.jpg)
"Mungkin ada momen hari ini di mana saya seharusnya mengoper alih-alih menembak. Saya sangat senang dengan assist ini, tetapi lebih dari itu, saya senang dengan kemenangan ini dan menyelesaikan musim dengan catatan tinggi," ujar Fernandes dalam rekaman aslinya.
Merasa namanya dicemarkan akibat interpretasi keliru tersebut, Fernandes pun memberikan klarifikasi terbuka. Ia menegaskan tidak pernah keberatan terhadap penilaian taktis, namun menolak manipulasi kata-kata.
"Seperti yang selalu saya katakan, saya tidak keberatan dengan kritik. Saya selalu menerima kritik dari siapa saja dan siapa pun dan saya tidak pernah membalas apa pun atau apa pun itu," ungkap Fernandes dalam siniar The Diary of a CEO.
Ia juga menambahkan posisi tegasnya mengenai batasan dalam melontarkan opini di media massa.
"Orang-orang punya opini; mereka pikir itu baik, buruk, apa saja. Apa yang saya tidak suka adalah ketika orang berbohong tentang berbagai hal dan [dalam] kasus ini yang Anda katakan tentang Roy Keane pada dasarnya apa yang dia katakan adalah kebohongan karena... Entah dia melihat wawancara lain atau dia tidak bisa mengatakan bahwa saya mengatakan satu hal yang baru saja tidak saya katakan dan beruntung bagi saya semuanya ada dalam rekaman," tegas Fernandes.
Guna menyelesaikan kesalahpahaman ini, Fernandes dikabarkan langsung bergerak mencari jalur komunikasi pribadi. Ia berencana menghubungi Keane secara langsung untuk meluruskan masalah agar tidak berlarut-larut.
"Saya menerima kritiknya, saya menerima bahwa dia mungkin menyukai saya sebagai pemain atau tidak, menyukai saya sebagai pribadi atau tidak. Tetapi apa yang saya tidak suka adalah dia memasukkan kata-kata ke dalam mulut saya yang belum pernah diucapkan," lanjut sang kapten.
Fernandes bahkan sampai meminta bantuan mantan manajer United demi mendapatkan kontak sang legenda.
"Jelas saya pikir saya selalu menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Roy Keane dan untuk semua yang telah dia lakukan untuk klub dan untuk semua yang selalu dia katakan. Apa yang saya tidak suka adalah orang-orang membuat kata-kata mereka sendiri tentang apa yang saya katakan dan itu tidak benar," pungkas Fernandes.
Seteru internal ini terjadi di tengah performa apik Fernandes yang menyabet gelar Pemain Terbaik Liga Inggris musim ini. Kontribusi magisnya sukses membawa Manchester United mengamankan tiket kompetisi Eropa.
Klub raksasa Manchester ini berhasil menyegel posisi ketiga di klasemen akhir kompetisi domestik. Momentum kebangkitan ini tidak lepas dari tangan dingin sang manajer anyar, Michael Carrick.
Carrick, yang baru saja menandatangani kontrak permanen berdurasi dua tahun, menorehkan statistik performa yang mengagumkan. Ia sukses mendulang 39 poin dari 17 laga pamungkas setelah menggantikan Ruben Amorim.
"Menyatukan hasil di liga ini sangat sulit dan sebuah perjalanan adalah hal yang menantang. Jelas, ini adalah awal yang baru [musim depan] dalam banyak hal," tutur Carrick menyongsong musim baru.
Sang manajer optimistis relasi yang solid di dalam skuad akan menjadi modal berharga bagi masa depan klub.
"Anak-anak kembali dari Piala Dunia dengan mengetahui bahwa kita bisa saling percaya, kita bisa bekerja sama, kita bisa memberikan sedikit ekstra untuk satu sama lain, dan ketika Anda melewatinya, saya pikir itu cukup kuat," tutup Carrick.
Ketegangan antara Bruno Fernandes dan Roy Keane mencerminkan dinamika hubungan yang rumit antara legenda klub dan pemain generasi modern Manchester United. Sebagai mantan kapten yang mempersembahkan banyak trofi, Keane terkenal dengan gaya komentarnya yang sangat vokal dan tanpa kompromi di media.
Di sisi lain, Fernandes memikul beban berat kepemimpinan di era transisi manajerial dari Ruben Amorim ke Michael Carrick. Friksi ini memuncak justru di tengah keberhasilan taktis United bangkit di papan atas, membuktikan betapa besarnya tekanan psikologis dan sorotan media yang harus dihadapi oleh penyandang ban kapten di Old Trafford.