- Thomas Tuchel resmi mengumumkan daftar 26 pemain Timnas Inggris untuk berlaga di Piala Dunia 2026 mendatang.
- Keputusan mengejutkan diambil Tuchel dengan mencoret nama besar seperti Harry Maguire, Cole Palmer, dan Phil Foden.
- Daftar pemain yang dipilih didasarkan pada statistik performa impresif para pemain di berbagai kompetisi liga Eropa.
Suara.com - Penantian panjang publik Inggris akhirnya terjawab setelah pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel, merilis daftar resmi 26 pemain The Three Lions untuk berlaga di Piala Dunia 2026.
Keputusan berani Tuchel langsung memicu perdebatan sengit setelah ia secara mengejutkan mencoret nama-nama besar seperti Harry Maguire, Cole Palmer, hingga Phil Foden.
Namun, di balik kontroversi tersebut, lembaga statistik olahraga ternama, Opta, menyajikan sejumlah fakta menarik untuk membedah kualitas setiap pemain yang dipilih.
Ketangguhan di Bawah Mistar dan Kokohnya Lini Belakang
![Media Spanyol: Jordan Pickford Dulu Waktu Lahir Bernama Kandang Babi [Instagram @jpickford1]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/13/66762-jodan-pickford.jpg)
Sektor penjaga gawang Inggris tidak perlu diragukan lagi dengan hadirnya Jordan Pickford yang mampu melampaui statistik expected goals on target against (xGOT) lebih baik dari rata-rata kiper Premier League.
Dean Henderson dari Crystal Palace juga menjadi tembok kokoh setelah mencatatkan 101 penyelamatan sepanjang musim kompetisi ini.
Meski jarang tampil bersama Manchester City, James Trafford berhasil menggagalkan lima gol lebih banyak dari nilai ekspektasi kebobolan yang seharusnya ia terima.
Di lini belakang, nama Reece James tetap dibawa meski baru pulih dari cedera karena sempat mencatatkan enam kontribusi gol hanya dalam 17 pertandingan liga awal musim.
Tino Livramento membuktikan kapasitasnya sebagai perebut bola ulung di Newcastle United dengan rata-rata 5,4 kali memenangkan penguasaan bola per pertandingan.

John Stones hadir sebagai maestro umpan dengan rekor akurasi operan terbaik sebesar 95 persen di antara seluruh pemain Piala Dunia sejak 1966.
Ezri Konsa juga memiliki catatan impresif setelah sempat menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang seorang bek dalam sejarah Timnas Inggris sebelum terhenti saat melawan Jepang.
Kehadiran Marc Guéhi semakin memperkuat lini pertahanan berkat dominasinya dalam operan, duel, dan intersepsi.
Jarell Quansah pun langsung tampil menonjol usai pindah ke Bayer Leverkusen dengan menjadi salah satu pemain dengan intersepsi terbanyak di Bundesliga.
Dan Burn mungkin dikenal karena posturnya yang tinggi besar, tetapi ia juga menjadi salah satu pengumpan paling efektif di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Nico O’Reilly sukses mendapat kepercayaan Pep Guardiola di Manchester City dengan torehan lima gol dari posisi bek kiri sepanjang musim.
Sementara itu, Djed Spence membuktikan mentalitas pemenangnya dengan selalu tampil dalam delapan dari sembilan kemenangan beruntun Tottenham Hotspur musim ini.
Lini Tengah Kreatif hingga Serangan Mematikan
![Declan Rice Sosok Kunci buat Arsenal untuk Jadi Juara Premier League Musim Ini [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/20/87221-declan-rice.jpg)
Declan Rice masih menjadi motor permainan utama setelah menciptakan 17 peluang besar di Premier League musim ini.
Statistik mencolok juga dimiliki Elliot Anderson dari Nottingham Forest yang berhasil memenangkan penguasaan bola sebanyak 302 kali sepanjang musim.
Kobbie Mainoo turut menunjukkan pengaruh besar di Manchester United setelah timnya memenangkan 18 dari 27 pertandingan saat dirinya bermain.
Meski usianya tak lagi muda, Jordan Henderson tetap membuktikan kualitasnya sebagai distributor bola berpengalaman dengan rata-rata 54,3 umpan per laga.
Jude Bellingham masih menjadi fenomena di Spanyol dengan koleksi 14 gol di La Liga musim ini, menjadikannya salah satu gelandang paling produktif di Eropa.
Dari sektor serangan, Eberechi Eze memiliki rekor unik sebagai pemain kedua setelah Harry Kane yang mampu mencetak tiga gol pertamanya untuk Inggris sebagai pemain pengganti.
Morgan Rogers datang dengan status mentereng usai tampil impresif bersama Aston Villa di Liga Europa dan menyamai rekor lima assist milik Bukayo Saka.
Marcus Rashford yang kini dipinjamkan ke Barcelona juga kembali menemukan ketajamannya dengan catatan 14 gol dan 11 assist musim ini.
Anthony Gordon menorehkan sejarah sebagai pemain Inggris kedua yang mampu mencetak dua digit gol di Liga Champions setelah Harry Kane.
Bukayo Saka baru saja memecahkan rekor sebagai pemain termuda kedua setelah Wayne Rooney yang berhasil mencatatkan 50 gol dan 50 assist di Premier League.
Meski minim menit bermain di Arsenal, Noni Madueke tetap memiliki statistik tembakan dan sentuhan bola di kotak penalti yang sangat impresif saat masih membela Chelsea.
Harry Kane sendiri masih menjadi predator paling mematikan di Eropa dengan torehan 58 gol di semua kompetisi musim ini.
Ollie Watkins juga masuk dalam daftar elite setelah menjadi pemain ketiga yang mencapai 100 gol di Premier League setelah Mohamed Salah dan Erling Haaland.
Terakhir, perjudian Tuchel memanggil Ivan Toney dinilai masuk akal karena sang striker mencetak 42 gol di Liga Arab Saudi dan dikenal sebagai salah satu eksekutor penalti terbaik dunia.
Kini publik Inggris berharap deretan statistik impresif tersebut benar-benar bisa diterjemahkan menjadi prestasi nyata di Piala Dunia 2026 nanti.