Tiket Piala Dunia 2026 Milik Warga Kongo Hangus karena Wabah Ebola, Federasi Minta Balikin Duit

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:23 WIB
Tiket Piala Dunia 2026 Milik Warga Kongo Hangus karena Wabah Ebola, Federasi Minta Balikin Duit
Tiket Piala Dunia 2026
baca 10 detik

 

  • Kongo menuntut FIFA mengembalikan uang tiket Piala Dunia 2026 milik suporter yang dilarang masuk Amerika Serikat.

  • Pembatasan ketat visa dipicu oleh kemunculan kembali wabah Ebola varian langka di wilayah Afrika Tengah.

  • Skuad pemain DR Kongo tidak terdampak karena mayoritas bermain di luar negeri dan sudah dikarantina.

Suara.com - Federasi Sepak Bola Kongo (Fecofa) resmi melayangkan tuntutan kepada FIFA untuk mengembalikan dana pembelian tiket Piala Dunia 2026 milik para suporter mereka. Langkah ini diambil setelah para pendukung setia tim nasional tersebut dipastikan gagal masuk ke Amerika Serikat akibat pembatasan perjalanan terkait wabah Ebola.

Dikutip dari BBC, momentum bersejarah kembalinya tim berjuluk The Leopards ke panggung tertinggi sepak bola dunia untuk pertama kali sejak 1974 kini dibayangi oleh situasi darurat kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah menetapkan status darurat tersebut sejak 16 Mei lalu.

Hambatan administratif semakin nyata setelah kedutaan besar Amerika Serikat di Kinshasa memutuskan untuk menghentikan seluruh layanan pengurusan visa. Kebijakan sepihak ini memukul mundur harapan ribuan fan yang telah merogoh kocek dalam-dalam demi terbang ke Amerika Utara.

Profil Timnas DR Kongo. (Instagram/@fecofadrc)
Profil Timnas DR Kongo. (Instagram/@fecofadrc)

Pemerintah Amerika Serikat menerapkan aturan ketat dengan melarang masuknya warga asing non-Amerika yang sempat singgah atau berada di DR Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam kurun waktu 21 hari terakhir. Ironisnya, kebijakan penutupan perbatasan ini bertolak belakang dengan rekomendasi WHO yang sebenarnya tidak menyarankan adanya restriksi perjalanan internasional.

Kondisi finansial penonton kian terjepit lantaran FIFA menerapkan sistem harga dinamis yang melambungkan harga tiket hingga tujuh kali lipat dibanding edisi Qatar 2022. Faktor mahalnya biaya inilah yang mendasari Fecofa mendesak adanya kebijakan khusus dari badan tertinggi sepak bola tersebut.

Presiden Fecofa, Veron Mosengo-Omba, mengungkapkan keprihatinannya langsung kepada pihak media mengenai nasib finansial para pendukung sepak bola di negaranya.

Timnas Republik Demokratik Kongo mewakili Afrika (CAF) di babak play-off inter konfederasi setelah mengalahkan Timnas Nigeria. (Instagram/@fecofadrc)
Timnas Republik Demokratik Kongo mewakili Afrika (CAF) di babak play-off inter konfederasi setelah mengalahkan Timnas Nigeria. (Instagram/@fecofadrc)

"Kami meminta FIFA apakah mungkin untuk mempertimbangkan hal ini, karena harga tiketnya agak mahal," kata Veron Mosengo-Omba kepada BBC Sport Africa.

"Mereka dihukum karena mereka tidak bisa masuk [ke AS] untuk menyaksikan Piala Dunia demi mendukung tim mereka," tuturnya lagi.

"Kami tidak ingin suporter kami yang mencintai sepak bola, yang mencintai Piala Dunia, kehilangan segalanya," tegas Veron.

baca juga

Menanggapi tuntutan kompensasi tersebut, otoritas tertinggi sepak bola dunia menyatakan bahwa mereka masih mempelajari situasi yang berkembang. Melalui pernyataan resminya, FIFA menegaskan akan memeriksa permohonan tersebut pada waktu yang tepat.

Sikap lambat ini dikhawatirkan membentur regulasi baku FIFA yang biasanya melarang pengembalian uang tiket di luar agenda pembatalan pertandingan. Aturan standar organisasi tersebut umumnya hanya mengizinkan tiket untuk dijual kembali lewat platform resmi atau dipindahtangankan ke pihak lain.

Jadwal pertandingan memaksa pendukung DR Kongo memutar otak dengan mengalihkan sebagian besar rute perjalanan mereka menuju Meksiko. Di negara tersebut, The Leopards dijadwalkan bertanding melawan Kolombia dalam laga kedua fase grup yang digelar di Guadalajara.

Langkah ini diambil demi menyiasati laga pembuka melawan Portugal di Houston pada 17 Juni, yang mengharuskan suporter meninggalkan DR Kongo jauh lebih awal demi memenuhi masa karantina. Harapan terakhir para fan kini bertumpu pada performa tim agar mampu lolos sebagai runner-up grup demi mengamankan laga babak 32 besar di Toronto, Kanada.

Di tengah badai birokrasi yang menimpa suporter, kondisi internal tim nasional DR Kongo dilaporkan tetap kondusif dan tidak terpengaruh regulasi ketat AS. Sebanyak 26 pemain pilihan pelatih Sebastien Desabre beserta mayoritas staf kepelatihan saat ini berkarier di luar negeri.

Para ofisial tim yang berbasis di domestik juga telah dievakuasi lebih awal dari DR Kongo untuk melewati masa karantina 21 hari di wilayah netral. Kendati demikian, tim sempat mengalami kerugian teknis akibat pembatalan agenda pemusatan latihan lokal di Kinshasa.

Sebagai gantinya, skuad kini dihimpun di Belgia untuk menjalani sejumlah laga uji coba sebelum bertolak menuju markas kesebelasan di Texas. FIFA mengonfirmasi terus memantau komunikasi dengan pemerintah negara tuan rumah serta badan kesehatan terkait demi memastikan aspek keselamatan terpenuhi.

Stigma buruk global mengenai penyebaran virus ini dinilai menjadi tantangan psikologis tersendiri bagi martabat bangsa DR Kongo di mata internasional. Veron Mosengo-Omba mengingatkan agar publik global tidak menyamaratakan situasi kesehatan di seluruh wilayah negaranya yang sangat luas.

"Beberapa orang berpikir Ebola adalah faktor genetik, sebuah kontaminasi," sebut Veron Mosengo-Omba.

"Itu adalah ketidaktahuan tentang penyakit ini," ujarnya.

"Oke, ada Ebola di DRC, di Ituri, di daerah pedesaan. Karena Kongo itu besar, bukan berarti jika Anda berasal dari DRC Anda langsung terkena Ebola," jelas Veron menambahkan.

"Negara di dunia yang tahu bagaimana memerangi penyakit ini adalah DRC karena kami telah menghadapinya berkali-kali," ucapnya meyakinkan.

"Dunia tidak perlu takut," pungkas Veron.

Wabah yang merebak kali ini dipicu oleh jenis virus Bundibugyo, sebuah varian langka yang telah absen selama lebih dari satu dekade. Belum tersedianya vaksin komersial yang efektif untuk strain ini membuat proses penanganan medis menjadi jauh lebih kompleks.

Kondisi diperparah oleh resistensi sebagian komunitas lokal serta konflik bersenjata berkepanjangan di wilayah timur DR Kongo yang memicu gelombang pengungsian masif. Penumpukan massa di kamp pengungsian menyulitkan penekanan laju penularan, dengan catatan visual mencapai 900 kasus suspek dan 223 angka kematian.

Komplikasi antara isu kesehatan global dan ketegangan geopolitik inilah yang kini menyandera impian olahraga DR Kongo. Sejarah kebangkitan sepak bola yang telah dinanti selama puluhan tahun terancam berjalan sunyi tanpa gemuruh yel-yel suporter fanatiknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peta Kekuatan Calon Juara Piala Dunia 2026: 5 Tim Ini Dijagokan FIFA

Peta Kekuatan Calon Juara Piala Dunia 2026: 5 Tim Ini Dijagokan FIFA

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 14:04 WIB

Luis de la Fuente: Lamine Yamal Harus Terbuka Terima Nasihat dan Jangan Cedera

Luis de la Fuente: Lamine Yamal Harus Terbuka Terima Nasihat dan Jangan Cedera

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:01 WIB

Tidak Terpilihnya Dean Huijsen di Timnas Spanyol Menuai Tanda Tanya

Tidak Terpilihnya Dean Huijsen di Timnas Spanyol Menuai Tanda Tanya

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:46 WIB

Terkini

Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius

Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01 WIB

Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'

Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:05 WIB

Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis

Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:30 WIB

Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:10 WIB

Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal

Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:53 WIB

Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo

Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:44 WIB

Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!

Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:36 WIB

Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan

Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 01:57 WIB

Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali

Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 01:44 WIB

Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi

Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 01:38 WIB

×