- Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 dengan target tinggi di hadapan pendukung mereka masing-masing.
- Meksiko mengandalkan pemain liga Eropa guna mencetak sejarah baru, sementara Amerika Serikat fokus membangun sinergi kuat dengan para suporter.
- Kanada berharap pada kebangkitan Alphonso Davies untuk meraih kemenangan perdana sepanjang sejarah partisipasi mereka di turnamen Piala Dunia tersebut.
Suara.com - Piala Dunia 2026 bukan sekadar pesta sepak bola bagi tiga negara tuan rumah.
Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada kini memikul ekspektasi besar untuk tampil impresif di depan publik sendiri.
Bagi Meksiko, tekanan terasa paling besar. El Tri ingin mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali mencapai perempat final Piala Dunia saat menjadi tuan rumah pada 1970 dan 1986.
Pelatih Javier Aguirre optimistis atmosfer positif mulai terasa di negaranya menjelang turnamen.
Aguirre menyebut antusiasme publik kali ini mengingatkannya pada era emas sepak bola Meksiko puluhan tahun lalu.
“Kami semua berada di kapal yang sama. Ada semangat besar untuk mencetak sejarah dan itu mengingatkan saya pada 40 tahun lalu,” ujar Aguirre dilansir dari RFI
Meksiko datang dengan generasi pemain yang tampil di liga-liga top Eropa. Nama seperti Obed Vargas, Mateo Chavez, hingga Edson Alvarez diharapkan membawa perubahan besar.
Namun, kondisi kebugaran Alvarez dan striker Santiago Gimenez masih menjadi perhatian setelah keduanya menjalani operasi pergelangan kaki.
Meski begitu, Meksiko tetap percaya diri setelah sukses menjuarai Gold Cup dan Concacaf Nations League bersama Aguirre.
Meksiko akan membuka Piala Dunia menghadapi Timnas Afrika Selatan di Estadio Azteca sebelum menghadapi Korea Selatan dan Republik Ceko di fase grup.
Sementara itu, Amerika Serikat datang dengan target paling ambisius dalam sejarah mereka.
Tim asuhan Mauricio Pochettino membidik pencapaian lebih jauh dari sekadar fase gugur.
Pochettino menegaskan tantangan terbesar bukan hanya hasil di lapangan, tetapi juga membangun koneksi kuat dengan suporter lokal.
“Kami ingin menciptakan energi dan sinergi yang penting antara tim dan fans,” kata mantan pelatih Chelsea dan PSG tersebut.
Amerika Serikat memiliki skuad dengan banyak pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa seperti Weston McKennie dan Gio Reyna.
Selain itu, performa striker Folarin Balogun dan Ricardo Pepi juga menjadi harapan baru.
Meski demikian, cedera Johnny Cardoso dan menurunnya performa Christian Pulisic membuat perjalanan AS diprediksi tidak mudah.
Amerika Serikat akan memulai turnamen melawan Timnas Paraguay di Los Angeles sebelum menghadapi Australia dan Turki.
Di sisi lain, Kanada berharap pada kebangkitan sang kapten, Alphonso Davies.
Bek kiri andalan itu masih berjuang pulih dari cedera yang didapat saat semifinal Liga Champions melawan PSG.
Pelatih Jesse Marsch yakin Davies tetap bisa tampil di Piala Dunia meski kemungkinan absen pada laga pembuka.
Kanada sendiri mulai mendapat perhatian dunia setelah tampil impresif di Copa America 2024 dan merepotkan Argentina di semifinal.
Selain Davies, striker Jonathan David juga menjadi andalan utama tim.
Kanada dijadwalkan menghadapi Bosnia dan Herzegovina, Qatar, serta Swiss di fase grup.
Dengan generasi terbaik yang mereka miliki saat ini, Kanada berharap bisa mencatat kemenangan pertama dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
