Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:19 WIB
Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton
Tiket Piala Dunia 2026 (IG)
baca 10 detik
  • Jaksa Agung New York dan New Jersey resmi menyelidiki FIFA terkait lonjakan ekstrem harga tiket Piala Dunia.

  • FIFA dituding menerapkan sistem harga dinamis dan kelangkaan palsu yang memanipulasi serta merugikan konsumen.

  • Pakar hukum menilai sistem alokasi kursi sepihak oleh FIFA berpotensi melanggar hukum pidana perlindungan konsumen.

Pembeli dipaksa menyetor uang tanpa mengetahui posisi kursi spesifik mereka hingga mendekati hari pelaksanaan turnamen.

Banyak penonton kategori satu merasa tertipu karena ditempatkan di area sudut stadion yang memiliki sudut pandang kurang ideal.

Kondisi ini terjadi lantaran kursi strategis di sisi lapangan secara sepihak dialokasikan untuk sponsor korporat dan tamu premium.

Selain itu, FIFA juga memegang hak mutlak untuk merubah peta zonasi kategori kursi kapan saja sesuai keinginan mereka.

"Tidak boleh ada orang yang dimanipulasi untuk membayar harga setinggi langit untuk mendapatkan kursi, dan para penggemar harus dapat mempercayai bahwa tiket yang mereka beli adalah tiket yang akan mereka terima," tegas James dalam pernyataan tertulisnya.

Di sisi lain, FIFA berdalih melalui klausul bahwa representasi visual stadion pada situs web mereka hanya bersifat panduan sementara.

Kendati demikian, para ahli hukum menegaskan klausul tersebut tidak membuat otoritas sepak bola dunia ini kebal dari tuntutan pidana penipuan.

Gelombang protes atas komersialisasi ini sejatinya telah bergulir sejak FIFA mengumumkan penyesuaian tarif yang mengacu pada standar pasar Amerika Utara.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara terbuka menyatakan bahwa keputusan menaikkan harga merupakan hal yang wajar bagi pasar setempat.

baca juga

Kebijakan kontroversial ini bahkan memicu kritik dari tokoh politik papan atas Amerika Serikat yang dikenal memiliki kedekatan dengan Infantino.

Mantan Presiden Donald Trump menyatakan keengganannya untuk membayar ribuan dolar hanya demi menyaksikan laga pembuka tim nasional negaranya.

Penyelidikan kejaksaan ini kini menjadi ujian terberat bagi transparansi tata kelola bisnis dan integritas FIFA di mata publik global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:55 WIB

Daftar Pemain Argentina di Piala Dunia 2026, Lionel Messi akan Jalani Pildun ke-6

Daftar Pemain Argentina di Piala Dunia 2026, Lionel Messi akan Jalani Pildun ke-6

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:28 WIB

Tanpa Mohamed Salah, Timnas Mesir Tekuk Rusia 1-0 pada Laga Uji Coba

Tanpa Mohamed Salah, Timnas Mesir Tekuk Rusia 1-0 pada Laga Uji Coba

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:22 WIB

Terkini

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

×