-
Jaksa Agung New York dan New Jersey resmi menyelidiki FIFA terkait lonjakan ekstrem harga tiket Piala Dunia.
-
FIFA dituding menerapkan sistem harga dinamis dan kelangkaan palsu yang memanipulasi serta merugikan konsumen.
-
Pakar hukum menilai sistem alokasi kursi sepihak oleh FIFA berpotensi melanggar hukum pidana perlindungan konsumen.
Pembeli dipaksa menyetor uang tanpa mengetahui posisi kursi spesifik mereka hingga mendekati hari pelaksanaan turnamen.
Banyak penonton kategori satu merasa tertipu karena ditempatkan di area sudut stadion yang memiliki sudut pandang kurang ideal.
Kondisi ini terjadi lantaran kursi strategis di sisi lapangan secara sepihak dialokasikan untuk sponsor korporat dan tamu premium.
Selain itu, FIFA juga memegang hak mutlak untuk merubah peta zonasi kategori kursi kapan saja sesuai keinginan mereka.
"Tidak boleh ada orang yang dimanipulasi untuk membayar harga setinggi langit untuk mendapatkan kursi, dan para penggemar harus dapat mempercayai bahwa tiket yang mereka beli adalah tiket yang akan mereka terima," tegas James dalam pernyataan tertulisnya.
Di sisi lain, FIFA berdalih melalui klausul bahwa representasi visual stadion pada situs web mereka hanya bersifat panduan sementara.
Kendati demikian, para ahli hukum menegaskan klausul tersebut tidak membuat otoritas sepak bola dunia ini kebal dari tuntutan pidana penipuan.
Gelombang protes atas komersialisasi ini sejatinya telah bergulir sejak FIFA mengumumkan penyesuaian tarif yang mengacu pada standar pasar Amerika Utara.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara terbuka menyatakan bahwa keputusan menaikkan harga merupakan hal yang wajar bagi pasar setempat.
Kebijakan kontroversial ini bahkan memicu kritik dari tokoh politik papan atas Amerika Serikat yang dikenal memiliki kedekatan dengan Infantino.
Mantan Presiden Donald Trump menyatakan keengganannya untuk membayar ribuan dolar hanya demi menyaksikan laga pembuka tim nasional negaranya.
Penyelidikan kejaksaan ini kini menjadi ujian terberat bagi transparansi tata kelola bisnis dan integritas FIFA di mata publik global.