Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:19 WIB
Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton
Tiket Piala Dunia 2026 (IG)
  • Jaksa Agung New York dan New Jersey resmi menyelidiki FIFA terkait lonjakan ekstrem harga tiket Piala Dunia.

  • FIFA dituding menerapkan sistem harga dinamis dan kelangkaan palsu yang memanipulasi serta merugikan konsumen.

  • Pakar hukum menilai sistem alokasi kursi sepihak oleh FIFA berpotensi melanggar hukum pidana perlindungan konsumen.

Suara.com - Otoritas hukum Amerika Serikat meluncurkan investigasi resmi terhadap FIFA terkait lonjakan harga tiket Piala Dunia 2026 musim panas ini yang dinilai tidak wajar.

Penyelidikan mendalam ini membidik dugaan manipulasi pasar dan taktik penjualan sepihak yang sangat merugikan para penggemar sepak bola.

Dikutip dari NPR, Jaksa Agung New York, Letitia James, bersama Jaksa Agung New Jersey, Jennifer Davenport, menjadi motor penggerak di balik pengusutan ini.

Stadion Piala Dunia 2026 (FIFA)
Stadion Piala Dunia 2026 (FIFA)

Fokus radar hukum mereka tidak sekadar menyasar nominal tarif, melainkan mencakup seluruh sistem alokasi serta mekanisme distribusi internal FIFA.

Langkah hukum ini dipicu oleh penerapan sistem harga dinamis (dynamic pricing) yang diadopsi FIFA untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen.

Metode tersebut mendongkrak tarif tiket pertandingan final di New Jersey secara drastis dari angka awal 6.730 dolar AS menjadi 10.990 dolar AS pada April lalu.

Lonjakan ini mencetak rekor baru, melampaui harga tiket termahal Piala Dunia Qatar 2022 yang kala itu hanya berkisar 1.600 dolar AS.

Prediksi starting XI Argentina di Piala Dunia 2026. Lionel Messi tetap jadi andalan, sementara Lionel Scaloni masih mencari solusi untuk lini belakang La Albiceleste. [Dok. IG AFAselecon]
Prediksi starting XI Argentina di Piala Dunia 2026. Lionel Messi tetap jadi andalan, sementara Lionel Scaloni masih mencari solusi untuk lini belakang La Albiceleste. [Dok. IG AFAselecon]

Kondisi tersebut diperparah oleh peluncuran kategori kursi baris depan khusus yang menembus angka fantastis di atas 30.000 dolar AS.

Pakar hukum menilai organisasi sepak bola tertinggi dunia ini telah menyalahgunakan status mereka demi mengeruk keuntungan sepihak di pasar Amerika Utara.

"FIFA telah menggunakan apa yang mungkin kita sebut sebagai taktik menakut-nakuti untuk menciptakan permintaan akan tiket dan memberi tahu orang-orang bahwa mereka harus membayar harga tinggi karena jika tidak, mereka akan melewatkan acara sekali seumur hidup ini," kata Derek Howard, seorang pengacara sekaligus pengajar di University of San Francisco.

"Masalah di balik hal itu adalah konsumen tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah hal tersebut benar atau tidak," lanjut Howard.

Sistem "penjualan menit-menit terakhir" yang dirilis berkala tanpa transparansi sisa kuota semakin menjebak konsumen dalam ruang ketidakpastian informasi.

Kekecewaan publik pun memuncak karena skema ini dinilai sengaja menciptakan kepanikan buatan agar calon penonton langsung bertransaksi.

"Menjadi jujur tentang penjualan tiket itu tidak rumit. Namun FIFA telah mengubah pembelian tiket Piala Dunia menjadi sebuah tantangan kebingungan, kelangkaan palsu, dan harga yang sangat tinggi — semuanya mengorbankan konsumen dan warga New Jersey yang bekerja keras," ujar Davenport dalam pernyataan resminya.

Sistem penjualan buta (blind ticketing) yang diterapkan juga menuai kecaman keras dari para pencinta sepak bola di seluruh dunia.

Pembeli dipaksa menyetor uang tanpa mengetahui posisi kursi spesifik mereka hingga mendekati hari pelaksanaan turnamen.

Banyak penonton kategori satu merasa tertipu karena ditempatkan di area sudut stadion yang memiliki sudut pandang kurang ideal.

Kondisi ini terjadi lantaran kursi strategis di sisi lapangan secara sepihak dialokasikan untuk sponsor korporat dan tamu premium.

Selain itu, FIFA juga memegang hak mutlak untuk merubah peta zonasi kategori kursi kapan saja sesuai keinginan mereka.

"Tidak boleh ada orang yang dimanipulasi untuk membayar harga setinggi langit untuk mendapatkan kursi, dan para penggemar harus dapat mempercayai bahwa tiket yang mereka beli adalah tiket yang akan mereka terima," tegas James dalam pernyataan tertulisnya.

Di sisi lain, FIFA berdalih melalui klausul bahwa representasi visual stadion pada situs web mereka hanya bersifat panduan sementara.

Kendati demikian, para ahli hukum menegaskan klausul tersebut tidak membuat otoritas sepak bola dunia ini kebal dari tuntutan pidana penipuan.

Gelombang protes atas komersialisasi ini sejatinya telah bergulir sejak FIFA mengumumkan penyesuaian tarif yang mengacu pada standar pasar Amerika Utara.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara terbuka menyatakan bahwa keputusan menaikkan harga merupakan hal yang wajar bagi pasar setempat.

Kebijakan kontroversial ini bahkan memicu kritik dari tokoh politik papan atas Amerika Serikat yang dikenal memiliki kedekatan dengan Infantino.

Mantan Presiden Donald Trump menyatakan keengganannya untuk membayar ribuan dolar hanya demi menyaksikan laga pembuka tim nasional negaranya.

Penyelidikan kejaksaan ini kini menjadi ujian terberat bagi transparansi tata kelola bisnis dan integritas FIFA di mata publik global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:55 WIB

Daftar Pemain Argentina di Piala Dunia 2026, Lionel Messi akan Jalani Pildun ke-6

Daftar Pemain Argentina di Piala Dunia 2026, Lionel Messi akan Jalani Pildun ke-6

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:28 WIB

Tanpa Mohamed Salah, Timnas Mesir Tekuk Rusia 1-0 pada Laga Uji Coba

Tanpa Mohamed Salah, Timnas Mesir Tekuk Rusia 1-0 pada Laga Uji Coba

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:22 WIB

Terkini

Nova Arianto: Target Kami Lolos Piala Asia

Nova Arianto: Target Kami Lolos Piala Asia

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:46 WIB

John Herdman Ajak Mathew Baker Latihan dengan Skuad Timnas Indonesia Senior

John Herdman Ajak Mathew Baker Latihan dengan Skuad Timnas Indonesia Senior

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:19 WIB

3 Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Alami Lonjakan Harga Pasar

3 Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Alami Lonjakan Harga Pasar

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:54 WIB

Marselino Ferdinan Pastikan Sudah Pulih 100 Persen dari Cedera

Marselino Ferdinan Pastikan Sudah Pulih 100 Persen dari Cedera

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:51 WIB

Sejarah Baru! Ballon d'Or 2026 untuk Kali Pertama akan Digelar di London

Sejarah Baru! Ballon d'Or 2026 untuk Kali Pertama akan Digelar di London

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:45 WIB

Daftar Pemain Argentina di Piala Dunia 2026, Lionel Messi akan Jalani Pildun ke-6

Daftar Pemain Argentina di Piala Dunia 2026, Lionel Messi akan Jalani Pildun ke-6

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:28 WIB

Tanpa Mohamed Salah, Timnas Mesir Tekuk Rusia 1-0 pada Laga Uji Coba

Tanpa Mohamed Salah, Timnas Mesir Tekuk Rusia 1-0 pada Laga Uji Coba

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:22 WIB

Reaksi Pelatih Australia Usai Segrup dengan Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20

Reaksi Pelatih Australia Usai Segrup dengan Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:19 WIB

Khvicha Kvaratskhelia Optimis PSG Bisa Pertahankan Gelar Liga Champions

Khvicha Kvaratskhelia Optimis PSG Bisa Pertahankan Gelar Liga Champions

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:17 WIB

Timnas Indonesia Main di Stadion Pakansari pada Fase Grup Piala AFF 2026

Timnas Indonesia Main di Stadion Pakansari pada Fase Grup Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:15 WIB