- Timnas Inggris akan menerapkan sistem keamanan tiga lapis selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
- Markas tim di Kansas akan diubah menjadi benteng dengan penghalang beton, zona larangan terbang, dan patroli.
- Langkah ketat tersebut dilakukan guna melindungi pemain dari ancaman spionase, drone, serta potensi gangguan keamanan lainnya.
"Hotel tim akan menjadi benteng virtual," katanya.
Pengamanan ekstra ini juga dipicu oleh tingginya angka kejahatan bersenjata di beberapa wilayah Amerika Serikat serta kekhawatiran terhadap potensi ancaman terorisme selama ajang olahraga terbesar dunia tersebut.
Selain ancaman keamanan fisik, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) juga mewaspadai praktik spionase yang kerap terjadi dalam turnamen besar.
Kekhawatiran itu meningkat setelah muncul kasus pengintaian latihan yang sempat mengguncang sepak bola Inggris beberapa waktu lalu.
Untuk menghadapi ancaman dari udara, aparat keamanan akan menggunakan teknologi anti-drone canggih.
Perangkat tersebut mampu mengganggu sinyal, mengambil alih kendali drone asing, hingga memaksa perangkat tersebut keluar dari area terlarang.
Di sejumlah stadion Piala Dunia, aparat juga akan mengoperasikan senjata anti-drone khusus yang dapat melumpuhkan perangkat mencurigakan.
Setelah kehilangan kendali, drone akan ditangkap menggunakan drone lain yang membawa jaring dan kemudian diamankan.
Sistem serupa akan diterapkan di kota-kota tuan rumah lain di Amerika Serikat.
Jika Inggris melaju ke fase gugur dan bermain di Kanada atau Meksiko, tingkat pengamanan yang sama juga akan diterapkan oleh aparat setempat.
Skuad Inggris dijadwalkan tiba di Amerika Serikat dalam beberapa tahap.
Sejumlah pemain akan lebih dulu mengikuti pemusatan latihan di Florida sebelum bergeser ke Kansas menjelang laga pertama mereka di Piala Dunia.
Bintang-bintang seperti Harry Kane dan Jude Bellingham akan menjadi bagian dari rombongan yang mendapat perlindungan super ketat tersebut.