- Scorpion FC dan Samba Persada Women menjuarai kompetisi HYDROPLUS Soccer League Kudus 2025-2026 untuk kategori usia muda.
- Kompetisi ini menjadi wadah pembinaan strategis Djarum Foundation guna menyaring bakat atlet menuju Tim Nasional Indonesia U-16.
- Penyelenggaraan turnamen di Kudus sukses memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal melalui pergerakan UMKM serta sektor akomodasi.
Suara.com - Kompetisi sepak bola putri usia muda HYDROPLUS Soccer League (HSL) Kudus 2025-2026 resmi mencapai klimaksnya dengan menyajikan pertarungan mendebarkan di Supersoccer Arena Rendeng.
Pada Minggu (31/5), Scorpion FC sukses menobatkan diri sebagai pemuncak klasemen akhir kategori U-15 dan memastikan tiket ke putaran nasional bersama Putri Surakarta.
Di kelompok usia yang lebih senior, Samba Persada Women tampil perkasa dengan menyabet gelar juara U-18 setelah menaklukkan perlawanan alot Putri Batang.
Ajang Pembinaan dan Pencarian Bakat Nasional
![Program Director MLSC, Teddy Tjahjono. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/22/56434-teddy-tjahjono.jpg)
HSL bukan sekadar turnamen biasa, melainkan langkah strategis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk membangun ekosistem sepak bola putri dari usia dini hingga profesional.
Kompetisi ini menjadi jembatan lanjutan bagi para peserta MilkLife Soccer Challenge (MLSC) agar bakat mereka terus terasah di level yang lebih tinggi.
Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa format kompetisi penuh (full league) yang diterapkan sangat penting untuk mengasah jam terbang para atlet muda.
“HYDROPLUS Soccer League kami buat sebagai wadah untuk melanjutkan apa yang sudah kami lakukan di MLSC," kata Teddy.
"Ini merupakan jenjang pembinaan yang sangat penting supaya terus berkesinambungan sehingga bakat adik-adik kita bisa tersalurkan," lanjutnya menjelaskan esensi kompetisi.
Menuju Putaran Nasional dan Timnas U-16
![Scorpion FC dan Putri Surakarta lolos ke putaran nasional HYDROPLUS Soccer League. Ajang ini juga menjadi sarana seleksi calon pemain Timnas Putri U-16. [Dok. HSL]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/01/82869-hsl.jpg)
Para juara dan runner-up dari empat regional (Jakarta, Bandung, Kudus, dan Surabaya) kini bersiap bertarung di putaran nasional HYDROPLUS Soccer League All-Stars.
Ajang All-Stars ini tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi arena pemantauan bagi pencari bakat (talent scouting) untuk membentuk Tim Nasional Indonesia U-16.
“Konsep All-Stars baru pertama kali dilakukan di Indonesia dengan format full liga double round robin, di mana akan mempertemukan 8 tim dari empat regional," bilang Teddy.
Pemain yang terpilih nantinya akan dipersiapkan secara khusus untuk membawa nama bangsa di ajang internasional Srikandi Merdeka Cup yang bergulir pada Agustus mendatang di Kudus.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, yang hadir langsung di stadion, memberikan apresiasi atas komitmen penyelenggara dalam membina bakat lokal.
Efek Ganda bagi Masyarakat Kudus
Menurut Bellinda, kompetisi ini tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memberikan efek domino yang positif bagi perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah dengan adanya event seperti ini tentu memberikan multiplier effect yang positif bagi masyarakat Kabupaten Kudus seperti bergeraknya UMKM hingga akomodasi," kata Bellinda.
Ia berharap akan ada lebih banyak lagi anak-anak Kudus yang mampu mengikuti jejak para seniornya untuk menembus skuad Tim Nasional Indonesia.
Hal senada juga diungkapkan Plt Ketua Askab PSSI Kabupaten Kudus, Taufan Hapsoro Putro, yang merasa sangat beruntung daerahnya terpilih sebagai salah satu tuan rumah regional.
“Semoga atlet dari Kudus yang juga berangkat dari pembinaan level usia dini di MLSC, dapat berbicara di tingkat yang lebih tinggi karena lahir dan bermulanya dari Kudus,” ucap Taufan.
Drama Sektor U-15: Putri Surakarta Tumbangkan Juara
Di lapangan hijau, laga terakhir U-15 menyajikan duel gengsi antara Putri Surakarta dan sang juara grup, Scorpion FC.
Meski Scorpion FC sudah dipastikan lolos, Putri Surakarta tampil agresif sejak awal dan berhasil membuka keunggulan lewat sontekan Nadya Iqmaril Laili.
Scorpion FC sempat menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Latisha Safa Berliana pada menit ke-20 sebelum turun minum.
Namun, Putri Surakarta kembali mendominasi pada babak kedua dan memastikan kemenangan 3-1 lewat gol tambahan dari Nadya dan Anissa Tri Nurjannah.
Pelatih Putri Surakarta, Syachban Yusuf, sangat mengapresiasi kerja keras timnya yang berjuang habis-habisan demi mengunci tiket terakhir menuju putaran nasional All-Stars.
Samba Persada Women Kuasai U-18
Beralih ke kategori U-18, pertarungan antara Samba Persada Women dan Putri Batang berjalan sangat alot tanpa gol sepanjang babak pertama.
Pola permainan tiki-taka yang diperagakan Samba Persada baru membuahkan hasil pada penghujung babak kedua melalui hadiah tendangan penalti.
Griselda Vivian Mariana yang maju sebagai eksekutor sukses menggetarkan jala gawang lawan untuk mengamankan kemenangan 1-0 sekaligus memantapkan posisi puncak klasemen dengan 34 poin.
Pelatih Samba Persada Women, Ari Guntur Dewanto, mengingatkan anak asuhnya untuk segera membenahi kekurangan taktis sebelum menghadapi lawan-lawan tangguh di putaran nasional.
"Kita selalu tanamkan prestasi pesepak bola itu bermain di level nasional. Di mulai dari hal kecil, latihan harus disiplin dan konsisten baik di lapangan maupun di luar lapangan," tegas Ari.