Suara.com - Bruno Fernandes membongkar kegelisahannya terkait minimnya raihan trofi yang didapat selama berseragam Manchester United.
Kendati demikian, sang kapten tetap memelihara asa besar untuk merengkuh gelar juara di masa depan.
Pemain Terbaik Liga Inggris musim ini tersebut tercatat baru mengoleksi satu Piala FA dan satu Piala Liga selama merumput di Old Trafford.
![Bruno Fernandes resmi pecahkan rekor 21 assist dalam satu musim Liga Inggris usai bantu Manchester United menang 3-0 atas Brighton. [Dok. IG Bruno Fernandes]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/25/14128-bruno-fernandes.jpg)
"Jelas, saya ingin menang lebih banyak, itu tidak seperti apa yang saya harapkan untuk diri saya sendiri dan klub," ujar Fernandes kepada ESPN.
"Tapi saya melewati masa-masa yang sangat menyenangkan. Kami berhasil mencapai beberapa final, beberapa di antaranya kami menangkan, yang lain tidak."
"Namun target saya selalu memenangkan kompetisi terbesar dan Liga Inggris adalah bagian darinya. Dan saya masih memiliki impian itu dalam diri saya dan saya berharap bisa mencapainya," tambahnya.
Kebangkitan Setan Merah pada paruh kedua musim berhasil membawa mereka finis di peringkat ketiga klasemen.

Hasil impresif ini memastikan tiket kembali ke panggung Liga Champions musim depan setelah sempat absen.
"Tentu saja, berada di Liga Champions, ini adalah kompetisi paling penting, katakanlah, kompetisi di mana Anda bisa bermain melawan tim paling penting di dunia, di Eropa," kata Fernandes.
"Dan itu adalah sesuatu yang ingin saya lakukan dan saya ingin berada di level itu untuk bermain melawan yang terbaik dan menunjukkan bahwa saya bisa berada di level mereka."
Suntikan Energi Baru dari Michael Carrick
Lompatan performa United tidak lepas dari tangan dingin Michael Carrick yang masuk menggantikan Ruben Amorim sejak Januari.
Mantan gelandang Inggris itu sukses mengemas 12 kemenangan dari 16 laga hingga diangkat sebagai manajer permanen.
"Saya pikir dia membawa energi yang sangat positif ke dalam tim, dia mencoba untuk menjadi sangat positif, karena jelas kami berada dalam momen transisi kepelatihan, yang selalu merupakan waktu yang sulit bagi tim," tutur Fernandes.
"Dia mencoba untuk bersikap positif, jelas dia membawa ide-ide baru dan cara bermain yang berbeda, yang juga penting bagi beberapa pemain untuk menemukan jalan keluar agar menjadi protagonis lagi. Dan itu berdampak baik, jelas, karena hasilnya juga menunjukkan hal itu. Kami berharap kami akan terus melakukannya."
Dampak instan kedatangan Carrick juga dirasakan betul oleh penyerang Setan Merah, Matheus Cunha.
Cunha menilai Carrick berhasil menghidupkan kembali identitas asli klub yang menuntut keberanian di lapangan.
"Ini luar biasa," ungkap Cunha kepada ESPN.
"Sejujurnya, ini sangat berdampak. Dia melihat kami sekarang dan Anda sudah ingin memiliki hasil yang sama seperti yang dia miliki."
"Tetapi dia adalah seseorang yang terus-menerus mencoba menularkan akar dari apa itu Manchester, tentang apa artinya tiba di Old Trafford dan memenangkan pertandingan, dan merasakan getaran dari para penggemar yang mendorong Anda dan mendorong tim, terlepas dari apa pun yang terjadi."
"Dia banyak bercanda karena Manchester [United] harus memiliki adrenalin yang berbeda untuk bermain, kami harus bermain dengan risiko. Dan saya pikir itu sangat indah, terutama untuk membawa kembali momen-momen kejayaan itu untuk menyelamatkan periode yang sangat dia ketahui, yang sangat dia ikuti."
"Saya pikir dia menyampaikannya kepada kami dengan cara yang sangat emosional, sejujurnya, hal itu menyentuh kami sehingga kami juga secara perlahan menempatkan kerikil di kastil kami sehingga kami dapat membangunnya juga," pungkasnya.
Raksasa Premier League, Manchester United, sempat limbung di awal musim pasca pemecatan manajer sebelumnya, Ruben Amorim.
Kehadiran Michael Carrick sebagai juru taktik interim memberikan stabilitas instan yang mengubah peta persaingan mereka di liga.
Di bawah kendali Carrick, performa para pemain kunci kembali menanjak hingga berhasil mengamankan posisi tiga besar klasemen akhir.
Kembalinya MU ke kompetisi kasta tertinggi Eropa memicu motivasi baru bagi pilar penting seperti Bruno Fernandes untuk berburu gelar prestisius.