- Timnas Brasil melakukan ritual penyemprotan air di Bandara Galeao sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026.
- Skuad asuhan Carlo Ancelotti menggunakan pesawat Boeing 767-300ER menuju Newark untuk memulai pemusatan latihan terakhir sebelum turnamen dimulai.
- Neymar dikhawatirkan absen pada laga pembuka melawan Maroko karena mengalami cedera betis yang cukup serius selama pemusatan latihan.
Suara.com - Timnas Brasil mendapatkan pelepasan istimewa sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026.
Sebuah ritual unik dilakukan di Bandara Galeao, Rio de Janeiro, saat pesawat yang membawa skuad Selecao menjalani prosesi ruwatan sebelum lepas landas.
Dilansir dari The Sun, prosesi tersebut menjadi perhatian publik karena melibatkan dua mobil pemadam kebakaran yang menyemprotkan air hingga membentuk lengkungan raksasa di atas landasan pacu.
Pesawat kemudian melintas di bawah semburan air tersebut sebagai bagian dari tradisi penerbangan yang sudah lama dikenal di berbagai negara.
Dalam dunia aviasi, ritual ini biasanya dilakukan untuk menandai penerbangan perdana sebuah pesawat atau perjalanan yang dianggap memiliki makna khusus.
Air yang disemprotkan dipercaya sebagai simbol doa, keberuntungan, dan keselamatan selama perjalanan.
Kali ini, tradisi tersebut diberikan secara khusus kepada Timnas Brasil yang sedang bersiap menjalani misi besar di Piala Dunia 2026.

Pihak bandara disebut lebih dulu meminta persetujuan kepada Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) sebelum prosesi dilaksanakan.
Banyak pendukung berharap ritual tersebut menjadi pertanda baik bagi perjalanan Brasil di turnamen terbesar sepak bola dunia itu.
Selecao sendiri datang dengan ambisi besar untuk kembali merebut gelar juara dunia.
Skuad asuhan Carlo Ancelotti terbang menuju Newark, New Jersey, untuk memulai pemusatan latihan terakhir sebelum kompetisi dimulai.
Mereka menggunakan pesawat Boeing 767-300ER milik Aeronexus yang telah dihiasi logo resmi CBF.
Pesawat mewah tersebut juga memiliki sejarah menarik.
Armada yang ditaksir bernilai sekitar 150 juta poundsterling itu pernah digunakan oleh grup musik legendaris Rolling Stones saat menjalani tur perayaan 60 tahun mereka pada 2022.
Suasana keberangkatan tim berlangsung meriah.
Para pemain mendapat sambutan hangat dari staf bandara dan para pendukung yang berharap Brasil mampu mengakhiri penantian panjang gelar Piala Dunia.
Di antara rombongan yang berangkat terdapat nama besar seperti Neymar.
Namun, kondisi bintang Santos tersebut masih menjadi perhatian setelah mengalami cedera betis yang dideritanya usai dipanggil kembali ke tim nasional bulan lalu.
Awalnya cedera Neymar disebut tidak terlalu serius.
Akan tetapi, laporan terbaru mengindikasikan bahwa kondisi sang pemain lebih berat dari perkiraan awal.
Akibat cedera tersebut, Neymar belum bisa mengikuti sesi latihan penuh bersama skuad Brasil sejak bergabung dalam pemusatan latihan.
Situasi itu memunculkan kekhawatiran menjelang laga pertama mereka di turnamen.
Beberapa laporan bahkan menyebut adanya keraguan di kalangan pemain terkait informasi awal mengenai kondisi fisik Neymar.
Meski demikian, tim pelatih tetap berharap sang kapten bisa pulih secepat mungkin.
Saat ini Neymar diperkirakan akan absen pada pertandingan pembuka Grup C melawan Maroko yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Kehilangan pemain berusia 34 tahun itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Brasil dalam mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.