- Kelompok ISIS menyebarkan propaganda ancaman serangan teror terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara pada Juni mendatang.
- Pesan provokatif tersebut menargetkan stadion penyelenggara turnamen serta kunjungan Paus Leo XIV ke Kepulauan Canary, Spanyol.
- Otoritas keamanan internasional memperketat pengamanan berlapis termasuk teknologi anti-drone guna melindungi pemain dan lokasi pertandingan Piala Dunia.
"Keselamatan pemain, staf, dan keluarga mereka adalah prioritas utama. Langkah pengamanan di Amerika Serikat telah ditingkatkan lebih jauh," ujar salah satu sumber internal Timnas Inggris.
Selain ancaman terorisme, penyelenggara juga mengantisipasi potensi gangguan dari drone.
Aparat keamanan di kota-kota tuan rumah akan menggunakan teknologi anti-drone, termasuk perangkat pengacau sinyal dan sistem penangkap drone yang beroperasi di udara.
Di Meksiko dan Kanada, militer setempat juga disiapkan untuk mendukung operasi pengamanan.