- Pelatih Thomas Tuchel mengizinkan pasangan pemain bergabung lebih awal di Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.
- Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan mental pemain guna menghadapi tantangan cuaca ekstrem selama masa persiapan turnamen.
- Timnas Inggris menjalani program adaptasi cuaca khusus serta latihan intensif sebelum memulai laga kompetisi pada Juni mendatang.
Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi edisi terpanas sepanjang sejarah.
Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu memunculkan kekhawatiran dari sejumlah pakar kesehatan olahraga terkait risiko yang dihadapi para pemain.
Sebagai langkah antisipasi, para pemain Inggris telah menjalani program adaptasi cuaca sejak beberapa bulan terakhir.
Beberapa di antaranya menggunakan sauna inframerah di rumah untuk membiasakan tubuh terhadap suhu tinggi.
Setibanya di Amerika Serikat, skuad The Three Lions juga akan menjalani latihan khusus di dalam tenda berpemanas.
Selain itu, rompi pendingin akan digunakan sebelum pertandingan dan saat jeda babak untuk membantu menurunkan suhu tubuh pemain.
Inggris dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada 6 Juni di Tampa sebelum bertemu Kosta Rika pada 10 Juni di Orlando.
Setelah itu, Tim Tiga Singa akan berkantor di Kansas City mulai 13 Juni sebagai markas utama selama Piala Dunia 2026.
Para ahli memperingatkan bahwa cuaca panas ekstrem dapat menjadi tantangan serius selama turnamen.
Direktur New Weather Institute, Andrew Simms, bahkan menilai FIFA perlu memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan pemain.
"Keselamatan pemain adalah perhatian yang mendesak. Situasi bisa berubah sangat cepat ketika seseorang mengalami panas berlebih," ujar Simms.