- Timnas Indonesia akan menjalani laga uji coba internasional melawan Oman pada Jumat, 5 Juni 2026 di Stadion Gelora Bung Karno.
- Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menambah poin signifikan dalam peringkat FIFA jika berhasil mengalahkan tim peringkat 79 tersebut.
- Kemenangan atas Oman diprediksi memberikan tambahan 6,56 poin serta berpotensi menaikkan posisi Timnas Indonesia hingga lima peringkat di daftar FIFA.
Suara.com - Persiapan matang tengah dipersiapkan oleh skuad Timnas Indonesia menjelang laga uji coba internasional krusial menghadapi Oman pada agenda FIFA Matchday yang dijadwalkan berlangsung hari Jumat (5/6/2026).
Pertandingan persahabatan ini tidak sekadar berfungsi sebagai tolok ukur kesiapan taktis armada asuhan John Herdman, melainkan juga menyimpan potensi besar untuk mendongkrak perolehan poin serta posisi skuad Garuda di daftar peringkat dunia FIFA.
Lawan uji coba kali ini, Oman, bukanlah tim sembarangan karena saat ini bertengger kokoh di peringkat ke-79 dunia FIFA.
Posisi mentereng tersebut menempatkan Oman jauh di atas Indonesia dalam konstelasi peringkat dunia, bahkan tercatat lebih unggul dibandingkan kekuatan Eropa sekelas Bulgaria yang berada di bawah posisi mereka.
Selisih peringkat yang terbilang cukup lebar ini otomatis mendatangkan keuntungan regulasi bagi Indonesia, di mana perolehan poin yang bisa didapatkan skuad Garuda jika berhasil meraih hasil positif dipastikan akan sangat signifikan.
Berdasarkan kalkulasi matematis rincian poin yang beredar, tim Merah Putih berpeluang meraup keuntungan besar apabila mampu menumbangkan perlawanan Oman di atas lapangan hijau.

Kemenangan atas negara Timur Tengah tersebut diprediksi akan menyumbang tambahan hingga 6,56 poin bagi tabungan peringkat Timnas Indonesia.
Tambahan poin sebesar itu dinilai sangat krusial dalam menyokong tren kenaikan positif Timnas Indonesia di daftar peringkat dunia selama beberapa tahun terakhir, dengan potensi melontarkan posisi skuad Garuda naik sekitar lima peringkat di ranking FIFA.
Skenario lainnya, hasil imbang kontra Oman tetap akan mendatangkan keuntungan taktis bagi posisi Kevin Diks dkkk dengan tambahan sekitar 1,56 poin.
Walaupun nominalnya tidak terlalu besar, raihan satu poin tetap bernilai positif karena menghindarkan Garuda dari pengurangan poin sekaligus menjaga konsistensi tren kenaikan peringkat.
Sementara itu, jika Indonesia dipaksa menelan kekalahan, skuad Garuda diproyeksikan akan kehilangan sekitar 3,44 poin.
Menariknya, pemangkasan poin tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menurunkan posisi peringkat dunia Timnas Indonesia saat ini.
Dengan kata lain, risiko kerugian yang dihadapi Timnas Indonesia relatif sangat kecil dibandingkan dengan potensi keuntungan poin yang bisa didapatkan jika sukses memetik kemenangan.
Laga kontra Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno besok dipastikan akan menyajikan ujian mentalitas tingkat tinggi bagi para pemain Indonesia.
Dengan masa persiapan yang telah dilalui secara matang serta suntikan motivasi dari dukungan penuh para suporter di stadion, skuad Garuda diharapkan mampu mengerahkan kemampuan terbaiknya demi mengamankan hasil maksimal sekaligus memuluskan tren kebangkitan sepak bola nasional di kancah internasional.