- Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Oman dengan skor 3-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion GBK pada Jumat, 5 Juni 2026.
- Bek muda Mathew Baker mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang debut bersama Timnas Indonesia senior pada usia 17 tahun.
- Kemenangan tersebut sekaligus memutus penantian panjang selama 38 tahun bagi Indonesia untuk meraih hasil positif saat menghadapi Oman.
Suara.com - Malam bersejarah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026), menjadi momen yang tidak akan pernah dilupakan Mathew Baker. Di tengah kemenangan meyakinkan Timnas Indonesia atas Oman, bek muda tersebut sukses mengukir namanya dalam sejarah sepak bola nasional.
Timnas Indonesia tampil impresif dengan menundukkan Oman 3-0 dalam laga FIFA Matchday. Tiga gol Garuda dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Selain mengakhiri penantian 38 tahun tanpa kemenangan atas Oman, pertandingan tersebut juga melahirkan rekor baru bagi Timnas Indonesia.
Mathew Baker resmi menjadi pemain termuda yang menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior. Saat diturunkan pada menit ke-80 menggantikan Rizky Ridho, pemain Melbourne City FC itu berusia 17 tahun 23 hari.
Catatan tersebut membuat Baker melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Arkhan Kaka. Tak heran jika momen debut itu menghadirkan perasaan yang begitu emosional bagi pemain kelahiran Australia tersebut.
Usai pertandingan, Mathew mengaku sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kebahagiaan yang dirasakannya setelah mencatatkan sejarah bersama Skuad Garuda.
"Jujur saja, kata bangga saja tidak cukup. Rasanya luar biasa bisa mencetak rekor itu sekarang. Saya benar-benar tidak bisa lebih bangga lagi," kata Mathew Baker kepada awak media usai laga.
Pemain berusia 17 tahun itu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Menurutnya, kesempatan yang diberikan untuk mengikuti pemusatan latihan hingga tampil di pertandingan internasional menjadi pengalaman yang sangat berharga.
"Saya sangat berterima kasih kepada Coach John Herdman yang telah mengajak saya ke pemusatan latihan kemudian memberi saya kesempatan bermain malam ini," kata Mathew Baker.
"Semoga ini adalah yang pertama dari banyak rekor lainnya," lanjutnya.
Meski akhirnya mendapat kesempatan bermain, Baker mengaku tetap menyadari bahwa peluang tampil sangat bergantung pada jalannya pertandingan.
Beruntung bagi dirinya, Indonesia sudah unggul tiga gol saat ia masuk ke lapangan sehingga proses adaptasi berjalan lebih nyaman.
"Saya selalu tahu ada peluang untuk dimainkan, tergantung bagaimana pertandingannya, bagaimana jalannya pertandingan," jelas Mathew Baker.
"Jelas kami sudah unggul 3-0 saat saya dimasukkan. Jadi, itu adalah situasi yang lebih mudah dibandingkan jika, misalnya skornya 0-0 atau 1-1," ia menambahkan.
Meski tampil dalam laga internasional dengan atmosfer yang luar biasa, Baker mampu menunjukkan ketenangan yang mengesankan. Ia mengungkapkan bahwa fokus pada aksi pertama menjadi kunci untuk menghilangkan ketegangan dan meningkatkan rasa percaya diri.
Setelah berhasil melewati momen awal dengan baik, pemain yang berposisi sebagai bek tersebut merasa semakin nyaman hingga mampu membantu Timnas Indonesia menjaga keunggulan sampai laga berakhir.
"Ya, yang saya fokuskan adalah aksi pertama saya. Cukup melakukan satu aksi bagus pertama dan kemudian saya melepaskan diri. Kepercayaan diri saya perlahan semakin meningkat," pungkasnya.