-
Kroasia memetik kemenangan penting 2-1 atas Slovenia berkat gol telat dari Mario Pasalic.
-
Laga uji coba antara Norwegia dan Maroko berakhir imbang 1-1 melalui gol Odegaard.
-
Pertandingan Denmark vs Ukraina dihentikan akibat Christian Eriksen yang mendadak kolaps di lapangan.
Suara.com - Rangkaian laga persahabatan internasional menjelang Piala Dunia 2026 menyajikan evaluasi taktis sekaligus alarm keras bagi keselamatan pemain.
Fokus tidak hanya tertuju pada kematangan strategi tim besar, melainkan juga pada urgensi penanganan medis darurat di lapangan hijau.
Di Varazdin, Timnas Kroasia sukses memetik kemenangan tipis 2-1 saat menjamu Slovenia pada laga Senin.

Hasil positif ini menjadi modal krusial bagi skuad asuhan Zlatko Dalic setelah sebelumnya sempat tak berkutik dari Belgia.
Kroasia langsung mengambil inisiatif menyerang demi membongkar pertahanan gerendah tim tamu sejak menit awal.
Namun, disiplinnya lini belakang Slovenia membuat paruh pertama pertandingan berakhir tanpa gol.

Kebuntuan pecah pada menit ke-51 melalui sepakan melengkung Luka Modric dari luar kotak penalti.
Slovenia sempat menyamakan kedudukan lewat Andraz Sporar pada menit ke-83 setelah memanfaatkan blunder Martin Baturina.
Evaluasi Taktis Grup L
Kemenangan Vatreni akhirnya dikunci oleh gol telat Mario Pasalic pada masa injury time menit ke-90+3.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum mereka bertolak menuju persaingan ketat di Grup L Piala Dunia 2026.
Sementara itu, laga sengit lain mempertemukan Norwegia dan Maroko di New Jersey, Amerika Serikat.
Pertandingan tersebut berakhir sama kuat dengan skor 1-1 setelah kedua tim saling berbalas gol.
Maroko mengejutkan lini belakang Norwegia lewat gol cepat Brahim Diaz saat laga baru berjalan delapan menit.
Norwegia yang dimotori Erling Haaland baru bisa membalas pada menit ke-75 melalui sepakan Martin Odegaard.
Alarm Medis Christian Eriksen
Di balik ketatnya persiapan taktis, laga Denmark melawan Ukraina di Odense terpaksa dihentikan prematur.
Gelandang senior Denmark, Christian Eriksen, tiba-tiba kolaps dan pingsan di tengah lapangan pada menit ke-65.
Pemain berusia 34 tahun tersebut sempat memegang dadanya sebelum terjatuh dalam posisi Denmark unggul 2-1.
Suasana mencekam langsung menyelimuti stadion, memicu aksi cepat dari tim medis untuk memberikan pertolongan pertama.
Eriksen akhirnya berhasil sadar kembali dan mampu meninggalkan lapangan dengan berjalan kaki menuju rumah sakit.
Dokter tim nasional Denmark, Morten Boesen, memberikan konfirmasi resmi mengenai kondisi terkini sang pemain pasca-insiden tersebut.
"Christian Eriksen dalam keadaan baik dan bisa berjalan sendiri keluar lapangan ini. Dia akan menjalani serangkaian pemeriksaan medis di rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Christian baik-baik saja. Dia meminta saya untuk menyampaikan salam kepada semua pemain serta mengatakan bahwa dia dalam kondisi baik," ujar Morten Boesen.
Dampak Psikologis Skuad
Pelatih Denmark, Brian Riemer, tidak menampik bahwa kejadian tersebut memberikan guncangan psikologis yang hebat bagi timnya.
Keselamatan nyawa pemain kini menjadi prioritas utama di atas hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola.
"Pertama-tama, ini adalah pengalaman yang sangat mengejutkan bagi semua orang, baik staf, pemain maupun tim lawan. Dokter Morten Boesen dapat memastikan bahwa Christian dalam keadaan baik. Itu satu-satunya hal yang penting dalam situasi ini," kata Brian Riemer.
Sebagai informasi latar belakang, insiden ini bukan pertama kalinya dialami oleh gelandang klub Wolfsburg tersebut.
Eriksen pernah mengalami henti jantung serupa pada gelaran Euro 2021 sebelum akhirnya menggunakan alat pacu jantung.
Hingga saat ini, publik sepak bola dunia masih menantikan hasil pemeriksaan medis komprehensif terkait kondisi fisiknya.
Rentetan uji coba ini menegaskan bahwa aspek fisik dan keselamatan pemain memegang peranan vital menuju turnamen akbar.