- Timnas Ghana menunjuk pelatih Carlos Queiroz pada April 2026 untuk memimpin skuad di Piala Dunia Amerika Utara.
- Ghana berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup I kualifikasi zona Afrika dengan performa impresif.
- Tergabung di Grup L, Ghana menargetkan untuk menembus fase gugur bersama pemain bintang seperti Jordan Ayew.
Suara.com - Timnas Ghana resmi mengusung misi besar untuk kembali menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara.
Kehadiran pelatih berpengalaman Carlos Queiroz menjadi sinyal kuat bahwa tim berjuluk Black Stars itu tidak ingin sekadar menjadi pelengkap di fase grup.
Tergabung dalam grup berat bersama Inggris dan Kroasia, Ghana diprediksi bisa menjadi batu sandungan serius bagi tim-tim elite dunia.
Tangan Dingin Carlos Queiroz dan Skuad Bertabur Bintang
Penunjukan Carlos Queiroz sebagai pelatih baru pada April 2026 dianggap sebagai langkah strategis yang diambil Federasi Sepak Bola Ghana.
Pelatih asal Portugal berusia 73 tahun tersebut memiliki pengalaman melatih di empat edisi Piala Dunia bersama berbagai negara.
Keahlian Queiroz dalam merancang organisasi pertahanan dan skema serangan balik diyakini cocok dengan karakter para pemain Ghana yang mengandalkan kekuatan fisik dan kecepatan.
Kehadirannya menggantikan Otto Addo diharapkan mampu menghapus kenangan kegagalan Ghana yang tersingkir di fase grup pada Piala Dunia 2014 dan 2022.
Federasi sepak bola Ghana berharap pengalaman Queiroz dapat membawa Black Stars kembali menembus fase gugur, bahkan mengulang pencapaian bersejarah mereka di Piala Dunia 2010.
Dominan di Kualifikasi dan Punya Banyak Senjata
Perjalanan Ghana menuju Piala Dunia 2026 terbilang impresif. Mereka keluar sebagai juara Grup I pada kualifikasi zona Afrika dengan delapan kemenangan dan hanya satu kekalahan dari 10 pertandingan.
Jordan Ayew tetap menjadi sosok sentral di dalam tim, baik sebagai kapten maupun pemimpin di ruang ganti.
Di lini tengah, Ghana mengandalkan kualitas gelandang Arsenal, Thomas Partey, yang berperan sebagai jangkar permainan.
Sementara itu, sektor serangan dihuni sejumlah nama berbahaya seperti Inaki Williams, Kamaldeen Sulemana, Antoine Semenyo, Ernest Nuamah, hingga Fatawu Issahaku.
Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda tersebut membuat Ghana layak disebut sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di turnamen.