- Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala baru pada Senin, 8 Juni 2026 di Jakarta.
- Manajemen Persija menargetkan Shin Tae-yong mampu membawa klub meraih kejayaan baru melalui pengalamannya di level atas.
- Media Korea Selatan menilai langkah Persija merekrut Shin sejak awal musim sangat tepat guna menghindari konflik internal.
Suara.com - Persija Jakarta secara resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala baru mereka pada Senin (8/6/2026) hari ini.
Langkah berani tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut langsung menyedot perhatian dari tanah kelahiran sang pelatih.
Salah satu media terkemuka Korea Selatan, Footballist turut memberikan ulasan khusus terkait kembalinya taktik juru taktik kawakan tersebut ke lapangan hijau setelah sempat vakum sekitar delapan bulan pasca meninggalkan Ulsan HD.
Dalam laporannya, Footballist menggarisbawahi rasa optimisme tinggi yang diusung oleh manajemen Persija dengan mendaratkan mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Media Korea Selatan itu awalnya mengkritisi catatan prestasi Persija yang dinilai kontras dengan statusnya sebagai klub metropolitan besar, karena tercatat baru mengoleksi satu trofi juara di era kompetisi Liga Indonesia modern.
"Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa Manajer Shin telah dipercayakan dengan tanggung jawab besar untuk memimpin tim Jakarta yang bersejarah ini menuju era keemasan baru," tulis laporan Footballist.
![Shin Tae-yong diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta dalam jumpa pers di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026). [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/88525-persija-shin-tae-yong.jpg)
Di samping itu, pihak media juga mengapresiasi langkah taktis Persija yang langsung mengamankan jasa STY sejak masa persiapan awal musim kompetisi berjalan.
Keputusan ini dinilai sangat tepat demi menghindari terulangnya catatan kelam yang pernah dialami sang pelatih bersama klub lamanya, Ulsan HD.
Sebelumnya STY sempat melatih Ulsan HD di tengah keterpurukan tim yang berada dalam tren negatif, sehingga memicu gesekan hebat di dalam internal klub.
"Dia mengundurkan diri setelah sekitar dua bulan karena perselisihan internal dalam skuad," beber laporan itu.
"Bahkan setelah pemecatannya, Manajer Shin dan Ulsan melanjutkan perang tuduhan yang sengit, meninggalkan luka yang tak terhapuskan satu sama lain," sambungnya lagi.
Kini dengan memilih Persija Jakarta, Shin Tae-yong dinilai telah mengambil keputusan yang sangat tepat dengan kembali berkarier di sepak bola Indonesia, yang telah membesarkan namanya sekaligus menjadi tempat dirinya merengkuh kesuksesan luar biasa beberapa waktu lalu.
"STY memilih sepak bola Indonesia, tempat dia meraih masa keemasan keduanya, sebagai panggung kembalinya ke lapangan hijau," tulis laporan tersebut.
Komitmen ini dirasa sejalan dengan kebutuhan mendesak dari manajemen Macan Kemayoran yang sedang berburu nakhoda tim dengan jam terbang tinggi di level atas demi mengembalikan kejayaan klub.
"Dalam konferensi pers perkenalan pelatih, Persija pun telah menyatakan bahwa membutuhkan pelatih berpengalaman, dengan level atas," pungkas laporan media Korea Selatan itu.