- Otoritas Amerika Serikat menolak masuk wasit asal Somalia, Omar Artan, di Bandara Internasional Miami pada Sabtu, 6 Juni 2025.
- Penolakan terjadi karena kebijakan ketat imigrasi Amerika Serikat terhadap negara yang masuk dalam daftar larangan perjalanan internasional.
- Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan kekecewaan dan sedang mengupayakan langkah diplomasi agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Perwakilan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat menyebut Artan tidak memenuhi syarat izin untuk beraktivitas di negara tersebut.
Di sisi lain, wasit asal Somalia itu menegaskan bahwa seluruh dokumen perjalanan yang dimilikinya telah lengkap dan sah.
Penolakan tersebut diyakini berkaitan dengan kebijakan perjalanan Amerika Serikat yang menempatkan Somalia dalam daftar merah larangan perjalanan.
Ironisnya, kasus yang menimpa Artan bukan yang pertama menjelang Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, sejumlah fotografer tim dan kelompok suporter dari berbagai negara juga dilaporkan mengalami kendala visa dan akses masuk ke Amerika Serikat.
Bayang-Bayang Polemik Jelang Piala Dunia
Kasus Omar Artan memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sebagai salah satu tuan rumah utama, Amerika Serikat diharapkan mampu menjamin akses bagi seluruh elemen yang terlibat dalam turnamen, termasuk perangkat pertandingan.
FIFA kini menghadapi tantangan untuk memastikan situasi serupa tidak kembali terulang menjelang bergulirnya kompetisi pada tahun depan, demikian Antara.