- Harry Kane bertekad membawa Timnas Inggris menjuarai Piala Dunia 2026 guna mengakhiri puasa gelar selama enam dekade.
- Kane mencetak 61 gol bersama Bayern Munchen musim 2025/2026, menjadikannya penyerang paling klinis di lima liga top Eropa.
- Strategi Thomas Tuchel diharapkan mampu memaksimalkan performa puncak Kane untuk membuktikan ketajamannya melawan tim elite di dunia.
Tak hanya itu, mantan ikon Tottenham Hotspur tersebut telah mencatatkan 13 hat-trick sejak bergabung dengan Bayern Munchen.
Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat catatan Erling Haaland dalam periode yang sama.
Bukan Sekadar Penyerang Kotak Penalti
Kane juga mencetak sejarah dengan selalu mencetak gol di setiap fase DFB-Pokal sebelum akhirnya mengukir hat-trick pada partai final melawan Stuttgart.
Meski dikenal sebagai predator kotak penalti, Kane bukan tipe penyerang yang hanya menunggu bola.
Ia kerap turun ke lini tengah untuk membantu membangun serangan, yang terbukti dari catatan 39 peluang krusial yang ia ciptakan di Bundesliga musim ini.
Di level internasional, Kane telah mengoleksi delapan gol dari dua edisi Piala Dunia sebelumnya dan hanya terpaut tiga gol dari rekor milik Gary Lineker.
Statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Inggris juga semakin sulit dikejar, dengan koleksi 79 gol dari 113 penampilan.
Mengubur Trauma dan Mengejar Sejarah
Meski demikian, tantangan terbesar Kane di Piala Dunia 2026 adalah membuktikan ketajamannya saat menghadapi tim-tim elite dunia melalui skema permainan terbuka.
Sejarah mencatat, ia baru mencetak tiga gol ke gawang tim peringkat 10 besar FIFA di turnamen besar, dengan dua di antaranya berasal dari titik penalti.
Publik sepak bola tentu masih mengingat kegagalan penalti Kane saat Inggris disingkirkan Prancis pada perempat final Piala Dunia 2022.
Namun, pengalaman pahit tersebut justru membentuk mentalitasnya menjadi lebih kuat.
Hal itu terlihat dari catatan 41 gol dari 44 eksekusi penalti bersama klub sejak momen tersebut.
Kini, seluruh perhatian tertuju kepada Kane untuk membuktikan kualitasnya di panggung tertinggi sepak bola dunia dan membawa Inggris mengakhiri penantian gelar yang telah berlangsung selama 60 tahun.