- Erling Haaland mencetak dua gol saat Norwegia mengalahkan Irak 4-1 pada laga perdana Grup I Piala Dunia 2026.
- Pertandingan yang berlangsung di Boston Stadium, Rabu (17/6), menandai kembalinya Norwegia ke ajang Piala Dunia setelah 28 tahun.
- Kemenangan ini mencatatkan sejarah bagi Norwegia sebagai raihan empat gol pertama mereka dalam satu laga turnamen sepak bola mayor.
Suara.com - Erling Haaland langsung memamerkan ketajamannya pada laga perdana Grup I Piala Dunia 2026 dengan mencetak dua gol krusial untuk Timnas Norwegia.
Bertanding di Boston Stadium, Rabu (17/6) dini hari WIB, bomber Manchester City itu membawa negaranya menaklukkan Timnas Irak dengan skor meyakinkan 4-1.
Penampilan impresif tersebut tidak hanya menghadirkan tiga poin perdana bagi skuad Singa Nordik, tetapi juga melahirkan sejumlah fakta menarik yang semakin mengukuhkan posisi Haaland sebagai salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas.
Deretan Rekor Erling Haaland

Berdasarkan data Opta, Erling Haaland menjadi pemain pertama dalam sejarah Timnas Norwegia yang mampu mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan putaran final Piala Dunia.
Ketajaman pemain berusia 25 tahun itu memang sedang berada di level tertinggi dalam karier internasionalnya.
Ia tercatat selalu mencetak minimal dua gol dalam setiap penampilan kompetitif bersama tim nasional pada lima pertandingan terakhir.
Secara total, Haaland telah mengoleksi 13 gol hanya dalam lima laga tersebut, sebuah statistik yang menunjukkan betapa mematikannya insting sang predator di depan gawang.
Rekor impresif lainnya menunjukkan bahwa Haaland tidak pernah absen mencetak gol dalam 11 pertandingan kompetitif terakhir bersama Norwegia sejak November 2024.
Drama Pertandingan di Boston Stadium
Laga di Boston sempat berlangsung ketat pada awal babak pertama. Irak mampu memberikan tekanan melalui pergerakan Aymen Hussein dan Ali Al Hamadi.
Namun, Norwegia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-29. Haaland sukses menyambar umpan silang mendatar David Moller Wolfe di tiang jauh untuk membawa timnya unggul.
Irak sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan keras Aymen Hussein yang memanfaatkan umpan Amir Al Ammari.
Menjelang turun minum, Haaland kembali menunjukkan kualitasnya. Tekanan yang ia lakukan kepada kiper Irak, Jalal Hassan, membuat sapuan sang penjaga gawang memantul dan berakhir masuk ke gawang sendiri.
Keunggulan 2-1 saat jeda menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Norwegia mampu memimpin pertandingan Piala Dunia saat turun minum.
Dominasi Singa Nordik
Memasuki babak kedua, skuad asuhan Stale Solbakken tetap tampil disiplin meski intensitas serangan tidak setinggi pada paruh pertama.
Gol ketiga Norwegia lahir melalui sundulan Leo Ostigard pada menit ke-76 setelah memanfaatkan situasi sepak pojok.
Haaland sebenarnya berpeluang mencatatkan hattrick menjelang akhir pertandingan. Namun, sundulannya berubah arah setelah mengenai badan Aymen Hussein dan akhirnya dihitung sebagai gol bunuh diri.
Secara statistik, Norwegia tampil dominan dengan expected goals (xG) sebesar 2,53, jauh mengungguli Irak yang hanya mencatatkan 0,77.
Kemenangan 4-1 ini juga menjadi sejarah baru bagi sepak bola Norwegia sebagai pertama kalinya mereka mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan turnamen mayor.
Norwegia Kembali Setelah 28 Tahun
Penampilan gemilang tersebut menandai kembalinya Norwegia ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun sejak edisi 1998.
Singa Nordik kini mengoleksi poin yang sama dengan Prancis di klasemen sementara Grup I, membuat persaingan menuju babak gugur semakin menarik.
Di sisi lain, Irak tetap memiliki catatan positif lewat gol Aymen Hussein yang menjadi gol kedua mereka sepanjang sejarah partisipasi di Piala Dunia sejak 1986.
Dengan performa Haaland yang terus menanjak, Norwegia mulai dipandang sebagai salah satu tim yang berpotensi memberikan kejutan besar di Piala Dunia 2026.
Tantangan berikutnya bagi pasukan Stale Solbakken akan datang saat menghadapi Senegal dan Prancis, dua lawan yang diprediksi menjadi penentu nasib mereka di Grup I.
