- Son Heung-min berupaya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Korea Selatan pada laga Piala Dunia melawan Meksiko.
- Pertandingan yang berlangsung di Estadio Guadalajara ini krusial untuk memastikan langkah Korea Selatan menuju babak gugur turnamen.
- Pelatih Hong Myung-bo melakukan perubahan taktis di lini belakang demi mengimbangi kekuatan tuan rumah Meksiko dalam grup.
Meksiko Siapkan Penyesuaian di Lini Belakang
Di kubu tuan rumah, Meksiko juga melakukan penyesuaian setelah kehilangan Cesar Montes akibat akumulasi kartu.
Kapten tim Edson Alvarez ditarik ke lini belakang untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Montes.
Sementara itu, lini depan El Tri diperkirakan tetap mengandalkan duet Raul Jimenez dan Julian Quinones yang tampil impresif saat mengalahkan Afrika Selatan pada laga pembuka.
Dukungan puluhan ribu suporter di Estadio Guadalajara diharapkan mampu memberikan keuntungan tersendiri bagi Meksiko untuk menekan Korea Selatan sejak menit pertama.
Pemenang dalam laga ini berpeluang besar mengamankan tiket ke babak 32 besar sekaligus memperkuat posisi di puncak klasemen Grup A.
Persaingan Ketat di Grup A
Grup A menjadi salah satu grup paling kompetitif di Piala Dunia 2026 setelah Korea Selatan dan Meksiko sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan.
Korea Selatan berupaya menjaga momentum positif sepak bola Asia, sedangkan Meksiko memikul ekspektasi besar sebagai salah satu negara tuan rumah.
Atmosfer panas di Estadio Guadalajara diprediksi menjadi tantangan tersendiri bagi skuad asuhan Hong Myung-bo.
Modal kemenangan atas Republik Ceko memberikan kepercayaan diri tinggi bagi Korea Selatan untuk mencuri poin di kandang lawan.
Dengan sejarah pertemuan yang kerap berlangsung sengit, duel kedua tim diperkirakan kembali menyajikan pertandingan berintensitas tinggi dan menentukan arah persaingan Grup A.
