- Presiden AS Donald Trump melobi FIFA agar mencabut sanksi kartu merah striker Folarin Balogun pada Piala Dunia 2026.
- FIFA menangguhkan hukuman Balogun melalui Pasal 27 Kode Disiplin sehingga ia dapat tampil melawan Belgia, Selasa (7/7/2026).
- Keputusan FIFA menuai protes keras dari Asosiasi Sepak Bola Belgia karena dianggap melanggar prinsip keadilan dalam turnamen.
Suara.com - Kontroversi kembali mewarnai Piala Dunia 2026. Kali ini, sorotan mengarah kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang disebut berhasil melobi FIFA hingga hukuman kartu merah striker Timnas AS, Folarin Balogun, dicabut.
Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan karena Balogun sebelumnya dipastikan harus menjalani sanksi usai menerima kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia pada babak 32 besar.
Namun, situasi berubah drastis setelah FIFA memutuskan menangguhkan hukuman tersebut sehingga sang striker dapat tampil melawan Belgia pada babak 16 besar, Selasa (7/7/2026).
Dilansir BBC, Trump sebelumnya dikabarkan melakukan komunikasi langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah Balogun diganjar kartu merah.
![Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan kesehatan terbarunya belum juga dipublikasikan kepada publik.[Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/30/92151-donald-trump.jpg)
Lobi tersebut disebut berbuah hasil karena FIFA akhirnya memberikan penangguhan hukuman kepada penyerang berusia 25 tahun itu.
Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian publik sepak bola dunia.
Banyak pihak mempertanyakan alasan FIFA mengubah status hukuman Balogun di tengah berlangsungnya turnamen paling bergengsi tersebut.
Donald Trump pun tak menutupi rasa puasnya setelah FIFA mengambil keputusan tersebut.
Melalui akun Truth Social miliknya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada federasi sepak bola dunia.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membalikkan ketidakadilan besar!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Langkah FIFA itu langsung menuai protes keras dari Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA).
RBFA mengaku terkejut karena keputusan tersebut dinilai bertentangan dengan aturan disiplin FIFA sendiri.
Dalam pernyataan resminya, RBFA sedang menyelidiki semua opsi potensial untuk menjaga hak-hak sah semua tim yang berpartisipasi dan untuk melindungi prinsip-prinsip dasar permainan adil.
Protes Belgia semakin memperbesar polemik yang kini menjadi salah satu kontroversi terbesar sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Keputusan FIFA dinilai berpotensi memengaruhi jalannya persaingan di babak gugur.
Di tengah kritik yang bermunculan, FIFA akhirnya memberikan penjelasan mengenai dasar hukum yang digunakan dalam kasus Balogun.
Federasi sepak bola dunia itu menyatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memungkinkan implementasi hukuman ditangguhkan dalam masa percobaan.
Keputusan kontroversial diambil FIFA dalam status striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. FIFA memutuskan untuk menangguhkan kartu merah Balogun hingga bisa bermain dalam duel kontra Belgia, Selasa pagi WIB (7/7/2026), di Seattle Stadium.
FIFA juga menjelaskan bahwa penangguhan hukuman tersebut bukan berarti Balogun terbebas sepenuhnya dari sanksi.
Jika kembali melakukan pelanggaran serupa dalam periode yang telah ditentukan, hukuman tersebut dapat kembali diberlakukan bahkan disertai sanksi tambahan.
"Berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, implementasi atas hukuman berlandaskan pada masa percobaan selama setahun. Jika Folarin Balogun mengulangi tindakan serupa selama masa percobaan, hukumannya bisa diangkat dan berpotensi adanya tambahan atas pelanggaran baru," begitu pernyataan resmi mereka.
