- Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol di Dallas Stadium, Amerika Serikat.
- Cristiano Ronaldo resmi menutup kariernya di ajang Piala Dunia setelah mencetak sejarah gol di enam edisi turnamen berbeda.
- Bruno Fernandes optimistis masa depan Portugal tetap cerah menatap Piala Dunia 2030 meski tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo.
Suara.com - Gelandang Timnas Portugal, Bruno Fernandes, menegaskan bahwa negaranya tetap memiliki peluang besar untuk menjadi juara dunia meski tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk membangkitkan semangat tim setelah Portugal tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Selecao das Quinas harus mengakhiri langkahnya usai kalah tipis 0-1 dari Spanyol dalam laga yang berlangsung di Dallas Stadium, Amerika Serikat.
Hasil itu membuat Portugal kembali gagal mewujudkan impian meraih trofi Piala Dunia. Hingga kini, pencapaian terbaik mereka masih finis di peringkat ketiga pada edisi 1966.
"Tentu kami sedih, kami datang ke sini dengan satu tujuan, yaitu menjadi juara dunia," ujar Bruno Fernandes, dikutip dari Antara.

Meski kecewa, gelandang Manchester United tersebut menilai Portugal memiliki fondasi tim yang kuat untuk kembali bersaing pada masa depan.
"Tidak mungkin kami merasa puas setelah gagal meraih gelar. Saya tetap yakin tim ini punya kualitas untuk menjuarai turnamen, tetapi kami tidak boleh kehilangan keyakinan," tegasnya.
Cristiano Ronaldo Tutup Perjalanan di Piala Dunia
Kekalahan dari Spanyol juga menjadi penutup perjalanan Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia.
Penyerang berusia 41 tahun itu memastikan edisi 2026 menjadi penampilan terakhirnya di turnamen sepak bola terbesar di dunia.
"Begitulah hidup seorang pesepak bola, kadang menang, kadang kalah. Ini memang Piala Dunia terakhir saya," kata Ronaldo.
Meski demikian, Ronaldo belum memberikan kepastian terkait masa depannya bersama Timnas Portugal maupun di level klub.
"Sekarang saya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum mengambil keputusan apa pun," tambah sang kapten.
Ronaldo menutup kiprahnya di Piala Dunia dengan torehan tiga gol pada edisi 2026 sekaligus mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang selalu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda.
Portugal Mulai Menatap Piala Dunia 2030
Bek Portugal, Ruben Dias, mengaku kecewa karena timnya sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit kepada Spanyol.
"Kami sudah memberikan segalanya, tetapi itu belum cukup. Ini salah satu pertandingan paling ketat melawan Spanyol sejak saya bergabung di tim nasional," ujar Ruben Dias.
Menurutnya, kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang menjadi penyebab utama Portugal harus tersingkir.
"Kami memiliki beberapa peluang, tetapi gagal mencetak gol. Sayangnya keberuntungan tidak berpihak kepada kami," tambahnya.
Kini, Portugal mulai mengalihkan fokus menuju Piala Dunia 2030.
Sebagai salah satu tuan rumah bersama Spanyol dan Maroko, Portugal bertekad memanfaatkan momentum tersebut untuk mengejar gelar juara dunia pertama dalam sejarah.
Sejumlah pemain seperti Joao Neves dan Vitinha diperkirakan masih berada dalam usia emas pada edisi mendatang. Selain itu, Portugal juga memiliki banyak talenta muda yang siap melanjutkan estafet generasi Ronaldo.
